“Tidak beriman salah seorang di antaramu, sehingga ia
mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri” Muttafaq alaih
Abdullah ibn Hudzafah ibn Qais As Sahmiy ra. Adalah
seorang sahabat muhajirin terkenal. Termasuk dalam pereode awal pemeluk Islam. Ikut hijrah ke Habsyi.
Rasulullah pernah mengutusnya mengirimkan surat kepada Kisra Persia sewaktu
Rasulullah mengirimkan surat-surat ajakan Islam kepada para raja. Abdullah bin
Hudzafah ikut menyaksikan penaklukan Mesir dari tangan Romawi di masa Umar, dan
wafat di Mesir pada masa Utsman bin Affan, tahun 33H.
Mauqif (sikap) terkesan yang dikenang dari sahabat ini
adalah keteguhan pendiriannya di hadapan Heraklius, Kaisar Romawi. Peragaan
sikap itsar (mendahulukan orang lain) di kalangan sahabat yang terjadi pada
generasi pertama umat ini. Ia membuktikan hadits Nabi : “Tidak beriman
salah seorng di antaramu, sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia
mencintai dirinya sendiri” Muttafaq alaih dengan peragaan yang sempurna, sebagaimana
pelajaran yang diporoleh dari Rasulullah, pendidik utamanya.
Ketika kekuasaan Islam
mulai kuat di Syam, di bawah pimpinan gubernur Muawiyah bin Abu Sufyan ra, yang
diangkat Umar bin Khatthab. Datang perintah dari Umar untuk menghadang serangan
Romawi yang masih berada di sekitar Syam. Pesan Umar itu berbunyi :
“Lawanlah Romawi dan tunjukkan Abdullah bin Hudzafah sebagai pimpinannya”. Maka berangkatlah Abdullah bin Hudzafah
bersama pasukannya menghadang tentara Romawi. Abdullah mampu memukul mundur
tentara Romawi.
Pada saat demikian, ketika
Abdullah tinggal bersama sebagian kecil pasukannya tiba-tiba ia mendapatkan
serangan mendadak dari pasukan besar tentara Romawi. Dan akhirnya Abdullah
bersama pasukannya menjadi tawanan Romawi.
Ketika diserahkan kepada
Kaisar Heraklius di Konstantinopel, tentara Romawi berkata kepada kaisarnya :
“Orang ini bernama Abdullah bin Hudzafah. Orang dari Quraisy, termasuk sahabat
yang sangat dekat dengan Nabinya”. Sebelumnya Heraklius sempat mendengar
berita-berita tentang sahabat Nabi yang sangat menakjubkannya. Sikap para
sahabat dengan tentaranya. Heraklius sangat penasaran dengan para sahabat ini
yang mampu mengusirnya dari Syam dengan hina, padahlah pasukan sahabat itu
kecil dan pasukan Heraklius cukup besar. Heraklius sangat ingin bertemu dengan
para sahabat itu untuk selanjutnya menguji, manusia jenis apakah mereka ini?
Sehingga begitu istimewa kemampuannya.
Heraklius menyerahkan
Abdullah bin Hudzafah kepada salah seorang pimpinan Romawi, dengan berpesan : “
Laparkan dia, jangan diberi makan, lalu berikanlah daging babi kepadanya”.
Menerima pesan itu, pejabat Roma tadi tunaikan dengan baik. Abdullah tidak
diberi makan hingga kelaparan, lalu diberikan daging babi, disajikan di hadapan
Abdullah. Abdullah tidak maumenyentuhnya dan berkata : “Makanan ini tidak halal
bagikut bagiku memakannya”. Dan Abdullah menolak makan daging itu, walaupun ia sangat lapar dan hampir mati.
Pejabat tadi melaporkan
keadaan Abdullah kepada Heraklius. Herkalius merubah pesannya : “Berikan
makanan yang ia suka, selain daging babi, tetapi jangan diberi minum agar ia
kehausan, lalu berikan ia minuman keras jika ia sudah kehausan”.

No comments
Post a Comment