ABDULLAH IBNU HUDZAFAH AS SAHMIY RA. (Bagian 1)

“Tidak beriman salah seorang di antaramu, sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri” Muttafaq alaih

Abdullah ibn Hudzafah ibn Qais As Sahmiy ra. Adalah seorang sahabat muhajirin terkenal. Termasuk dalam pereode  awal pemeluk Islam. Ikut hijrah ke Habsyi. Rasulullah pernah mengutusnya mengirimkan surat kepada Kisra Persia sewaktu Rasulullah mengirimkan surat-surat ajakan Islam kepada para raja. Abdullah bin Hudzafah ikut menyaksikan penaklukan Mesir dari tangan Romawi di masa Umar, dan wafat di Mesir pada masa Utsman bin Affan, tahun 33H.

Mauqif (sikap) terkesan yang dikenang dari sahabat ini adalah keteguhan pendiriannya di hadapan Heraklius, Kaisar Romawi. Peragaan sikap itsar (mendahulukan orang lain) di kalangan sahabat yang terjadi pada generasi pertama umat ini. Ia membuktikan hadits Nabi : “Tidak beriman salah seorng di antaramu, sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri” Muttafaq alaih dengan peragaan yang sempurna, sebagaimana pelajaran yang diporoleh dari Rasulullah, pendidik utamanya.

Ketika kekuasaan Islam mulai kuat di Syam, di bawah pimpinan gubernur Muawiyah bin Abu Sufyan ra, yang diangkat Umar bin Khatthab. Datang perintah dari Umar untuk menghadang serangan Romawi yang masih berada di sekitar Syam. Pesan Umar itu berbunyi : “Lawanlah Romawi dan tunjukkan Abdullah bin Hudzafah sebagai pimpinannya”.  Maka berangkatlah Abdullah bin Hudzafah bersama pasukannya menghadang tentara Romawi. Abdullah mampu memukul mundur tentara Romawi.

Pada saat demikian, ketika Abdullah tinggal bersama sebagian kecil pasukannya tiba-tiba ia mendapatkan serangan mendadak dari pasukan besar tentara Romawi. Dan akhirnya Abdullah bersama pasukannya menjadi tawanan Romawi.

Ketika diserahkan kepada Kaisar Heraklius di Konstantinopel, tentara Romawi berkata kepada kaisarnya : “Orang ini bernama Abdullah bin Hudzafah. Orang dari Quraisy, termasuk sahabat yang sangat dekat dengan Nabinya”. Sebelumnya Heraklius sempat mendengar berita-berita tentang sahabat Nabi yang sangat menakjubkannya. Sikap para sahabat dengan tentaranya. Heraklius sangat penasaran dengan para sahabat ini yang mampu mengusirnya dari Syam dengan hina, padahlah pasukan sahabat itu kecil dan pasukan Heraklius cukup besar. Heraklius sangat ingin bertemu dengan para sahabat itu untuk selanjutnya menguji, manusia jenis apakah mereka ini? Sehingga begitu istimewa kemampuannya.

Heraklius menyerahkan Abdullah bin Hudzafah kepada salah seorang pimpinan Romawi, dengan berpesan : “ Laparkan dia, jangan diberi makan, lalu berikanlah daging babi kepadanya”. Menerima pesan itu, pejabat Roma tadi tunaikan dengan baik. Abdullah tidak diberi makan hingga kelaparan, lalu diberikan daging babi, disajikan di hadapan Abdullah. Abdullah tidak maumenyentuhnya dan berkata : “Makanan ini tidak halal bagikut bagiku memakannya”. Dan Abdullah menolak makan daging itu,  walaupun ia sangat lapar dan hampir mati.


Pejabat tadi melaporkan keadaan Abdullah kepada Heraklius. Herkalius merubah pesannya : “Berikan makanan yang ia suka, selain daging babi, tetapi jangan diberi minum agar ia kehausan, lalu berikan ia minuman keras jika ia sudah kehausan”. 

No comments

Post a Comment