Aku Punya Pesan Penting Untukmu


PADA zaman dahulu, hidup seorang gembala yang bersemangat bebas. la tidak punya uang dan tidak punya keinginan untuk memilikinya. Yang ia miliki hanyalah hati yang lembut dan penuh keikhlasan; hati yang berdetak dengan kecintaan kepada Tuhan.
Sepanjang hari, ia menggembalakan ternaknya melewati lembah dan ladang melagukan jeritan hatinya kepada Tuhan yang dicintainya, “Duhai Pangeran tercinta, di manakah Engkau, supaya aku dapat persembahkan seluruh hidupku kepada-Mu? Di manakah Engkau, supaya aku dapat menghambakan diriku pada-Mu? Wahai Tuhan, untuk-Mu aku hidup dan bernapas. Karena berkat-Mu aku hidup. Aku ingin mengorbankan domba-Ku ke hadapan kemuliaan-Mu.”
Suatu hari, Nabi Musa melewati padang gembalaan tersebut. la memperhatikan sang Gembala yang sedang duduk di tengah ternaknya dengan kepala yang mendongak ke langit. Sang gembala menyapa Tuhan, “Ah, di manakah Engkau, supaya aku dapat menjahit baju-Mu, memperbaiki kasur-Mu, dan mempersiapkan ranjang-Mu? Di manakah Engkau, supaya aku dapat menyisir rambut-Mu dan mencium kaki-Mu? Di manakah Engkau, supaya aku dapat mengilapkan sepatu-Mu dan membawakan air susu untuk minuman-Mu?”
Musa mendekati gembala itu dan bertanya, “Dengan siapa kamu berbicara?”
Gembala menjawab, “Dengan Dia yang telah menciptakan kita. Dengan Dia yang menjadi Tuhan yang menguasai siang dan malam, Bumi dan langit.”
Nabi Musa murka mendengar jawaban gembala itu, “Betapa beraninya kamu bicara kepada Tuhan seperti itu! Apa yang kamu ucapkan adalah kekafiran. Kamu harus menyumbat mulutmu dengan kapas supaya kamu dapat mengendalikan lidahmu. Atau paling tidak, orang yang mendengarmu tidak menjadi marah dan tersinggung dengan kata-katamu yang telah meracuni seluruh angkasa ini. Kau harus berhenti bicara seperti itu sekarang juga karena nanti Tuhan akan menghukum seluruh penduduk bumi ini akibat dosa-dosamu!”
Sang Gembala segera bangkit setelah mengetahui bahwa yang mengajaknya bicara adalah seorang nabi. Ia bergetar ketakutan.
Dengan air mata yang mengalir membasahi pipinya, ia mendengarkan Nabi Musa yang terus berkata, “Apakah Tuhan adalah seorang manusia biasa sehingga Ia harus memakai sepatu dan alas kaki? Apakah Tuhan seorang anak kecil yang memerlukan susu supaya Ia tumbuh besar? Tentu saja tidak. Tuhan Maha sempurna di dalam diri-Nya. Tuhan tidak memerlukan siapa pun. Dengan berbicara kepada Tuhan seperti yang telah engkau lakukan, engkau bukan saja telah merendahkan dirimu, tetapi kau juga merendahkan seluruh ciptaan Tuhan. Kau tidak lain dari seorang penghujat agama. Ayo, pergi dan minta maaf, kalau kau masih memiliki otak yang sehat!”
Gembala yang sederhana itu tidak mengerti bahwa apa yang dia sampaikan kepada Tuhan adalah kata-kata yang kasar. Dia juga takmengerti mengapa nabi yang mulia telah memanggilnya sebagai seorang musuh, tetapi ia tahu betul bahwa seorang nabi pastilah lebih mengetahui daripada siapa pun. Ia hampir tak dapat menahan tangisannya.
Ia berkata kepada Musa, “Kau telah menyalakan api di dalam jiwaku. Sejak ini, aku berjanji akan menutup mulutku untuk selamanya.” Dengan keluhan yang panjang, ia berangkat meninggalkan ternaknya menuju padang pasir.
Dengan perasaan bahagia karena telah meluruskan jiwa yang tersesat, Musa melanjutkan perjalanannya menuju kota. Tiba-tiba, Allah Yang Mahakuasa menegurnya, “Mengapa engkau berdiri di antara Kami dengan kekasih Kami yang setia? Mengapa engkau pisahkan pecinta dari yang dicintai-nya? Kami telah mengutus engkau supaya engkau dapat menggabungkan kekasih dengan kekasihnya, bukan memisahkan ikatan di antaranya.”
Musa mendengarkan kata-kata langit itu dengan penuh kerendahan dan rasa takut.
Tuhan berfirman, “Kami tidak menciptakan dunia supaya Kami memperoleh keuntungan darinya. Seluruh makhluk diciptakan untuk kepentingan makhluk itu sendiri. Kami tidak memerlukan pujian atau sanjungan. Kami tidak memerlukan ibadah atau pengabdian. Orang-orang yang beribadah itulah yang mengambil keuntungan dari ibadah yang mereka lakukan. Ingatlah, bahwa di dalam cinta, kata-kata hanyalah bungkus luar yang tidak memiliki makna apa-apa. Kami tidak memperhatikan keindahan kata-kata atau komposisi kalimat. Yang Kami perhatikan adalah lubuk hati yang paling dalam dari orang itu. Dengan cara itulah Kami mengetahui ketulusan makhluk Kami walaupun kata-kata mereka bukan kata-kata yang indah. Buat mereka yang dibakar dengan api cinta, kata-kata tidak mempunyai makna.”
Suara dari langit selanjutnya berkata, “Mereka yang ter-ikat dengan basa-basi bukanlah mereka yang terikat dengan cinta dan umatyang beragama bukanlah umatyang mengikuti cinta karena cinta tidak mempunyai agama selain kekasihnya sendiri.” Tuhan kemudian mengajarinya rahasia cinta.
Setelah memperoleh pelajaran itu, Nabi Musa mengerti kesalahannya. Sang Nabi pun merasa menderita penyesalan yang luar biasa. Dengan segera, ia berlari mencari gembala itu untuk meminta maaf. Berhari-hari, ia berkelana di padang rumput dan gurun pasir, menanyakan orang-orang apakah mereka mengetahui pengggembala yang dicarinya.
Setiap orang yang ditanyainya menunjuk arah yang berbeda. Hampir, ia kehilangan harapan, tetapi akhirnya Allah Swt. mempertemukannya dengan gembala itu. Ia tengah duduk di dekat mata air. Pakaiannya compang-camping, rambutnya kusut masai. Ia berada di tengah tafakur yang dalam sehingga ia tidak memperhatikan Musa yang telah menunggunya cukup lama.
Akhirnya, gembala itu mengangkat kepalanya dan melihat Nabi Musa.
Musa berkata, “Aku punya pesan penting untukmu. Tuhan telah berfirman kepadaku bahwa tidak diperlukan kata-kata yang indah bila kita ingin berbicara kepada-Nya. Kamu bebas berbicara kepada-Nya dengan cara apa pun yang kamu sukai, dengan kata-kata apa pun yang kamu pilih. Apa yang aku duga sebagai kekafiranmu ternyata adalah ungkapan dari keimanan dan kecintaan yang menyelamatkan dunia.”
Sang Gembala hanya menjawab sederhana, “Aku sudah melewati tahap kata-kata dan kalimat. Hatiku sekarang dipenuhi dengan kehadiran-Nya. Aku takdapat menjelaskan keadaanku padamu dan kata-kata pun tak dapat melukiskan pengalaman ruhani yang ada dalam hatiku.” Kemudian, ia bangkit dan meninggalkan Nabi Musa.
Utusan Allah ini menatap sang Gembala sampai ia tak terlihat lagi. Setelah itu, ia kembali berjalan ke kota terdekat, merenungkan pelajaran berharga yang didapatnya dari seorang gembala sederhana yang tidak berpendidikan.

MENGAPA HARUS BERMADZHAB..


BANYAK di antara umat Islam mungkin akan bertanya-tanya mengenai madzhab. Banyaknya madzhab kadang membuat bingung orang-orang yang baru belajar agama lebih dalam. Kadang tak hanya membuat bingung, tak sedikit di masyarakat kita yang justru pada akhirnya tidak mau bermadzhab. Lantas, mengapa kita sendiri sebagai umat Islam harus bermadzhab? Tidak cukupkah belajar Al-Quran dan Sunnah?
Madzhab fiqih itu ada sebagai jalan untuk kita memahami al-Qur’an dan Sunnah Nabi SAW. Dia ibarat peta yang menuntun kita agar tidak tersesat dalam memahami teks-teks syariah. Sebagai tangga yang menyampaikan kita kepada pemahaman al-Qur’an dan sunnah yang memang tinggi, yang tidak mungkin kita mencapainya dengan badan sendiri.
Semua itu karena memang memahami al-Qur’an dan sunnah itu tidak semudah dan tidak sesimpel yang dibayangkan. Bukan hanya karena paham bahasa Arab lalu bisa menggali hukum dari 2 sumber utama tersebut.
Kalau memang memahami kedua sumber mulia itu hanya dengan bermodal bahasa Arab, tentu semua orang di negara-negara berbahasa Arab itu menjadi mujtahid semua. Tapi nyatanya tidak.
Selain bahasa Arab, masih banyak ilmu-ilmu yang harus dikuasai sampai akhirnya bisa menduduki bangku mujtahid yang mana layak untuk menggali hukum dari al-Qur’an dan sunnah. Karena itulah kita membutuhkan tangga sebagai wasilah mencapai tujuan; yakni al-Qur’an dan Sunnah.
Kata ulama ushul; “lil-Wasa’il hukumul-maqashid”, yang artinya “wasilah itu hukumnya sama dengan hukum tujuannya”. Merujuk kepada al-Qur’an dan Sunnah itu wajib, akan tetapi sulit untuk mencapai itu kecuali ada petanya dan tangganya. Maka mendapatkan tangga itu menjadi wajib, karena tujuannya itu wajib. Dengan kesadaran diri atas ketidak mampuan dan kehati-hatian dalam beragama akan jatuh pada kekliruan, maka bermadzhab itu menjadi sebuah keharusan.
Kalau menolak bermadzhab dan kembali langsung kepada al-Qur’an dan sunnah, akan tetapi masih memahami makna teka al-Qur’an dari Quran terjemah yang dikeluarkan Departemen Agama atau penerbit lain; itu namanya bukan kembali ke al-Qur’an, itu namanya mengikuti Departemen Agama atau penerbit jadi penerjemah al-Qur’an tersebut. Karena kalau memang mampu, harusnya jauhkan semua media-media itu, langsung saja maknai teks-teks al-Qur’an itu sendiri, tanpa alat.
Lalu kalau menolak bermadzhab dan menghukumi sesuatu denga hadits yang ada pada kita shahih al-Bukhari atau ulama hadits lainnya. Itu namanya bukan kembali ke al-Qur’an dan sunnah, itu namanya mengikuti Imam al-Bukhari. Kalau memang mampu menggali hukum tanpa perantara madzhab, harus juga mempu menstatusi hadits sendiri tanpa rujuakan manusia lain. Tidak al-Bukhari, tapi al-Albani, itu juga sama, mengikuti manusia namanya, bukan mengikuti al-Qur’an dan Sunnah.

Rezeki itu Jaminan Allah


*MUTIARA HIKMAH. 🎇🎇🎇🎇🎇🎇🎇🎇🎇🎇.                               DELAPAN MACAM REZEKI DARI ALLAH SWT*

*1.Rezeki Yang Telah Dijamin.*

_"Tidak ada satu mahluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin Allah rezekinya"_
(Q.S.11:6)

*2.Rezeki Karena Usaha.*

_"Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya"_ (Q.S.53:39)

*3.Rezeki Karena Bersyukur.*

_"Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu"_ (Q.S.14:7)

*4.Rezeki Tak Terduga.*

_"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya"_
(QS. At Thalaq :2)

*5.Rezeki Karena Istighfar.*

_"Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta”_ (QS. 71 : 10-11)

*6.Rezeki Karena Menikah.*

_"Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka Allah akan memberikan kemapanan kepada mereka dengan karunia-Nya.”_(QS. an-Nur : 32)

*7.Rezeki Karena Anak.*

_"Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.”_(QS. al-Isra 31)

*8.Rezeki Karena Sedekah.*

_"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (infak & sedekah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak"_ (QS. Al Baqarah 245).                                                       .                                                                                                                                                        *Semoga bermanfaat. Aamiin.*    🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴

GSJN (Gerakan Subuh Jamaah Nasional) Bali


Pada akhir pekan nanti, tepatnya tanggal 17-18 Desember 2016 FSLDK Indonesia kembali mengadakan Gerakan Subuh Jamaah Nasional (GSJN). Seperti biasa,  puluhan kota di Indonesia diantaranya Cirebon, Solo, Lampung, Riau, Bogor, Aceh, Samarinda, Mataram, Kendari, Jakarta, Pontianak, Maluku, Surabaya, dan Kepulauan Riau akan menyelenggarakan agenda ini. Seperti biasa pula ratusan mahasiswa dan elemen masyarakat turut serta meramaikan agenda rutin bulanan ini.

GSJN FSLDK Indonesia sudah berusia lebih dari satu tahun. Berusaha membangkitkan keagungan subuh di masjid masjid kampus, masjid tempat bersemayam nya ahli mendoakan kebaikan dan keadilan bagi bangsa ini. Mendoakan perbaikan pendidikan, mendoakan kemakmuran ekonomi, hingga tegak nya supremasi hukum di Indonesia.

Namun, dalam satu hari, satu aksi, kami menyadari bahwa kerja kerja untuk bangsa ini tidaklah mudah. Berat. Panjang. Lihatlah realita bagaimana hukum bermain dan bertindak di Indonesia. *Seorang pejabat publik yang terang-terangan melanggar konstitusi* berita nya dibiarkan mengendap dan tidak disebarkan dengan proporsional. Bandingkan dengan *kasus kopi beracun* yang ditayangkan berseri tak ubah nya sinetron.

Maka dari itu, ummat Islam bangkit dan menunjukkan sebuah nilai yang dahulu menjadi kekuatan  memerdekakan Bangsa Indonesia. Keprihatinan atas lemahnya kinerja hukum, dijawab dengan ketauladanan dan kemuliaan. Tuduhan dan fitnah makar, *hanya jadi omongan kosong para pecinta kedzaliman*. 212, adalah aksi mulia, aksi agung yang menjembatani, aksi hebat yang menjadi *furqaan*  -pembeda-, aksi hebat yang menyejarah, bahwa Indonesia adalah bangsa agung yang bhineka dan menghargai perbedaan.

*300 kilometer*, jarak tempuh pahlawan kebhinekaan para santri Ciamis, ditempuh dengan jalan kaki dikarenakan manusia tamak melarang kendaraan umum mengangkut mereka ke ladang pahala. *10 unit pesawat* menjadi kendaraan ekstra para pahlawan supresmasi hukum Kalimantan dan Sumatera untuk menyambut pahala yang dijanjikan Allah.

Allah Maha Besar, Allah Maha Esa. Sungguh benar janji Allah bahwa *Islam akan senantiasa dipersatukan dalam persaudaraan dan dalam keimanan*.

Indonesia ini bersatu, Indonesia ini mulia. Lihatlah, *7.000.000 orang mampu berbaris dalam barisan rapat dan kokoh*. Ribuan orang mampu menunjukkan aksi mulia, meneladani penuh nilai kebangsaan dan pancasila. 212, sebuah pijakan dan pertanda kebangkitan singa asia yang dikebiri oleh kapitalisme asing. *Ummat islam adalah benteng terakhir, persatuan Indonesia* -Gatot Nurmantyo.

Dan pada 17-18 Desember 2016
Kami para mahasiswa mungil, yang masih belajar berusaha meresapi ketauladanan luar biasa dalam aksi 212. *Ya Allah Iman dan Cinya kami Terbeli*, Pemuda Ciamis yang menangis dalam sakit nya perjalanan jihad mereka. Ya Allah, dalam gerakan shubuh jamaah kami ini, FSLDK Indonesia akan *mempertahankan sejarah emas dan ketauladanan* serta menjadi *pengganti yang pantas bagi bapak-bapak kami*.

Allahu Ma'ana


#BangkitUntukBerjaya
#BerkaryaUntukIndonesia
#MainKeRumah

➖➖➖➖➖➖➖➖➖

📍 *Media FSLDK Indonesia*  📍

🌏 *Web:* www.fsldkindonesia.org
👥 *Fanspage:* FSLDK Indonesia
📸 *Instagram:* @fsldkindonesia
🐤 *Twitter:* @fsldkindonesia
💡 *Line@:* @yok1532s
🎥 *Youtube:* FSLDK Indonesia
📮 *Google+:* FSLDK Indonesia
📧 *Email:* info@fsldkindonesia.
_______________________

Untk menyikapi hal ini dan  berdasarkan Instruksi PUSKOMNAS, Insyaallah PUSKOMDA Bali, akan mengadakan GSJN ( Gerakan Sholat Subuh Berjamaah Nasional )
dengan tema " Cinta dan Iman Kami terbeli"
yang akan dilaksanakan, pada :
 Hari : Minggu18/12/16
Tempat : Musholla/aula STIKOM
Jam : 04.00/Wita ( stengah jam sebelum subuh
Pemateri : Ustd. Dedy Aslan

Kami dari PUSKOMDA Bali, besar harapannya untuk kawan2 bisa hadir di acara tersebut.


Nb : dan bagi kawan2 (anggota LDK) yang Ingin menginap dan mabit bersama,silahkan bisa konfirmasi terlebih dahulu.

Wassalamualaikum wr.wb

Dijadikan Tempat Tinggal Manusia, Bumi Menangis??


TINGGAL di bumi, tentu membuat kita merasa nyaman. Sebab, bumi adalah tempat yang paling pas bagi manusia. Dimana sumber daya alam berlimpah. Hingga, manusia bisa memanfaatkannya untuk melangsungkan hidup.

Tapi, tahukah Anda, bahwa ternyata kegembiraan kita menempati bumi, tidak dirasakan oleh bumi itu sendiri. Mengapa? Dikatakan bahwa ternyata, sebelum bumi dijadikan tempat tinggal manusia, bumi menangis. Bumi tak ingin dirinya dijadikan pijakan bagi manusia.

Kisahnya terjadi saat Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menciptakan Nabi Adam Alaihis Salam yang tercipta dari tanah. Dalam sebuah hadis mu’tabar yang dinukil dari Imam Ja’far al-Shadiq disebutkan sebelum menciptakan Nabi Adam, terlebih dahulu Allah mengabarkan kepada bumi bahwa Dia akan mengambil tanah di sana.

“Hai bumi, Aku akan ciptakan manusia dari saripatimu. Sebagian meraka ada yang taat kepada-Ku dan sebagian lainnya durhaka kepada-Ku. Siapa yang taat kepada-Ku maka akan Aku masukkan dia ke dalam surga-Ku, dan siapa yang durhaka kepada-Ku akan Aku masukkan dia kedalam neraka-Ku,” (Imam Ats-Tsa’labi 1).

Mendengar ini, bumi mulai cemas dan diliputi kekhawatiran. Hal ini pula yang dialami oleh Malaikat. Golongan yang tercipta dari Nur atau cahaya ini juga mempertanyakan keputusan Allah tersebut, ”Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?”

Allah berfirman, ”Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui,” (QS. Al-Baqarah [2]: 30).

Setelah informasi ini disampaikan ke bumi, maka diutuslah malaikat Jibril untuk mengambil tanah di sana. Namun, bumi menolaknya dan tidak memperbolehkan malaikat mengambil tanahnya.

Diriwayatkan dari As-Suddi, dari Ibnu Masud, dari seorang sahabat Rasulullah ﷺ, mereka bercerita, “Allah mengutus malaikat Jibril ke bumi untuk mengambil tanah dari bumi, namun bumi menolaknya, bumi pun memelas dan menangis kepada Jibril. Ia bersumpah dengan nama Allah bahwa ia tidak sanggup menanggung beban manusia di bumi, ‘Demi Allah, aku berlindung kepada-Mu dari utusan-Mu, agar Engkau tidak mengambil sebagian dari kami jika nantinya akan menjadi penghuni neraka’.”

Mendengar itu, Jibril tidak kuasa mengambil apapun dari bumi, lalu kembali kepada Allah dan menceritakan alasan bumi yang bersumpah dengan keagungan Allah bahwa dia tidak memiliki kesanggupan untuk menanggung azab-Nya.

Allah lantas mengutus dua malaikat sekaligus yakni Mikail dan Israfil untuk turun ke bumi mengambil tanah. Lagi-lagi, bumi melakukan hal serupa dengan bersumpah membawa nama Allah. Kedua malaikat ini pun lalu kembali lagi kepada Allah tanpa membawa sedikit tanah pun sama seperti Jibril.

Allah kemudian mengutus malaikat Izrail. Namun, malaikat ini tidak seperti dua malaikat lainnya. Karena ia tidak mempedulikan bumi agar tidak mengambil tanahnya. Ia langsung memukul bumi dengan pedangnya dan bumi pun bergetar ketakutan, lantas malaikat Izrail mencabutnya segenggam. Meski bumi sudah bersumpah atas nama Allah, namun ia tetap mengambil tanah seraya berkata, “Aku takut menyalahi (melanggar) perintah Allah, aku sama sekali tak akan melanggar perintah Tuhanku, walau dengan segala perendahan dirimu.”

Ketika Izrail mengambil paksa (mencabut) sebagian dari bumi, bumi pun menangis merasa kehilangan tanahnya. Namun Allah berfirman bahwa apa yang sudah diambilnya dari bumi sebenarnya akan dikembalikan ke bumi. Kemudian Allah berfirman kepada bumi, “Sesungguhnya kelak akan Aku kembalikan kepadamu apa yang Aku ambil darimu itu.” Dalam ayat lain Allah berfirman, “Dari bumi (tanah) Kami jadikan kamu dan kepadanya Kami akan kembalikan kamu dan daripadanya Kami akan keluarkan kamu pada kali yang lain,” (QS. Thaha: 55).

Kemudian, Malaikat Izrail membawa tanah itu dibawa menghadap Allah.

Faktanya kini, ketakutan bumi terhadap manusia yang membuat kerusakan sudah terbukti adanya. Tidak hanya kerusakan bumi dari segi fisik, namun manusianya secara lahir dan batin. Namun demikian, Allah tidak menciptakan manusia sebagai pemimpin atas semua makhluk tanpa alasan. Di akhir kisah kehidupan nanti, mungkin kita akan mengetahui apa sebenarnya skenario Allah. Wallahu a’lam.

keutamaan ISTIGFAR


ISTIGHFAR adalah salahsatu dzikir yang kita baca untuk memohon ampunan kepada Allah SWT. Dan ternyata, selain untuk memohon ampunan atas dosa-dosa kita, istighfar juga memiliki banyak keutamaan apabila diamalkan.

Salah satu keutamaan itu bisa kita simak dalam kisah berikut ini,

Imam Ahmad rahimahullah merupakan salah satu ulama madzhab 4 yang namanya mahsyur hingga saat ini. Pada zamannya, Ia begitu dielu-elukan oleh banyak orang. Dalam sebuah kisah yang ditulis Imam al Jauzi rahimahullah dalam buku tentang Imam Ahmad dikisahkan bahwa saat sang Imam memasuki usia senja beliau begitu ingin pergi ke Negeri Syam.

Namun anehnya Imam Ahmad sama sekali tidak memiliki tujuan yang jelas kenapa Ia ingin pergi ke tempat itu. Padahal Ia harus menempuh perjalanan jauh dari kediamannya di Baghdad menuju Syam. Sesampainya di Syam, Imam Ahmad berhenti untuk menunaikan salat dzuhur. Tidak ada yang mengenalinya, mengingat zaman dahulu teknologi tidak secanggih saat ini.

Ia menunggu di masjid tersebut hingga menjelang salat Ashar. Setelah Ashar, sang Imam membaca Alquran untuk menunggu waktu Magrib dan Isya. Setelah habis malam, Imam Ahmad kemudian ingin tidur dan beristirahat di masjid tersebut.

Namun penjaga masjid tidak mengizinkan Ia tidur disana.

“Wahai syekh, anda tidak boleh tidur disini, ini peraturan silahkan pergi,” kata penjaga

Namun Imam Ahmad menolak, “Saya musafir, saya ingin istirahat disini” jawab sang Imam.

Namun sang penjaga tetap menolak dan memintanya untuk keluar lalu kemudian mengunci pintu masjid. Setelah penjaga tersebut pergi, Imam Ahmad kembali beristirahat di pelataran masjid.

Tapi, sang penjaga kembali datang dan lagi-lagi mengusirnya hingga mendorongnya menuju ke jalanan. Lalu ada tukang roti yang rumahnya tidak jauh dari masjid melihat kondisi tersebut. Tukang Roti tersebut memanggilnya

“Hai syekh, kemarilah beristirahatlah di toko ku, ”

Kemudian Iman Ahmad masuk ke toko roti tersebut. “Rumahku tidak jauh dari sini, ini toko roti ku, dibelakang sana, ada ruangan untuk beristirahat. Beristirahatlah malam ini dan besok pagi engkau bisa melanjutkan perjalanan lagi”

Setelah masuk ke toko tersebut, Imam Ahmad kemudian memperhatikan aktivitas sang penjual roti. Dan ada satu hal yang paling menarik perhatian beliau dari lelaki ini. Yakni ucapan dzikir dan doa istighfar yang terus meluncur dari mulutnya tanpa putus sejak awal ia mulai mengerjakan adonan rotinya.

Imam Ahmad yang kagum lalu bertanya “Sejak kapan Anda selalu beristighfar tanpa henti seperti ini?”

Ia menjawab, “Sejak lama sekali. Ini sudah menjadi kebiasaan rutin saya, hampir dalam segala kondisi.”

Lalu Imam Ahmad bertanya lagi “Lantas apa hasilnya”

“Ya, Allah mengabulkan semua permintaan ku” Jawabnya.

“Lalu apa permintaanmu yang belum dikabulkan Allah?” tanya Sang Imam.

Si lelaki saleh ini pun melanjutkan jawabannya dan berkata, “Sudah cukup lama saya selalu berdoa memohon kepada Allah untuk bisa dipertemukan dengan seorang ulama besar yang sangat saya cintai dan agungkan. Beliau adalah Imam Ahmad bin Hanbal!”

“Allahu Akbar! karena Istighfarmu lah Allah SWT mendatangkan saya datang ke kota mu ini tanpa alasan yang jelas, karena Istighfarmu lah Marbot Masjid melarang saya tidur di Masjid, karena Istighfarmulah engkau menawarkan aku istirahat ditempatmu. Saya lah Ahmad bin Hanbal…

Masya Allah, Allah SWT mendatangkan Imam Ahmad ke rumahnya karena Istighfarnya.

Pilih Mana, yang Rajin Shalat tapi Ga Baik atau yang Ga Pernah Shalat tapi Baik?


“MANA yang lebih baik?” tanya Ucok pada bang Bro, “Yang rajin shalat tapi kelakuannya nggak baik? Apa yang nggak pernah shalat , tapi kelakuannya baik?”

“Pertanyaannya yang salah.” jawab bang Bro sambil menekan tombol remote, mengganti-ganti channel tv, ekspresi agak kesal. Bukan kesal pada Ucok, tapi pada tayangan tv. Ucok tahu bang Bro belum selesai sampai di situ, maka ia sabar menunggu sampai bang Bro menemukan acara yang ia suka. Setelah ketemu acara yang nyaman dipandang mata, bang Bro melanjutkan,

“Kalau kita nyari yang lebih baik di antara kedua tipe itu, kita ini bego namanya.”

“Lha kenapa?” tanya Ucok heran.

“Begini, misal yang rajin shalat tapi kelakuannya nggak baik, lalu kita sepakati itu yang lebih baik. Trus kita mau apa? Mau kita tiru?”

Ucok bingung menanggapi pertanyaan bang Bro. Terlihat ia menggaruk kepalanya sendiri.

“Sebaliknya, “lanjut bang Bro, “misal yang nggak pernah shalat tapi kelakuannya baik, lalu kita sepakati itu yang lebih baik. Trus kita mau apa? Mau kita tiru juga?”

Sama seperti pertanyaan sebelumnya, Ucok menggaruk kepala yang sebenarnya tak ada rasa gatal di sana.

“Cok!” bang Bro mengganti posisinya, kali ini badannya menghadap Ucok, tanda ia mulai serius. Ia melanjutkan,

“Yang rajin shalat nya, lu tiru rajin shalat nya aja. Maksiatnya, buang. Yang kelakuannya baik, lu tiru itu. Tentang dia nggak pernah shalat , jangan ditiru. Tugas kita itu. Bukan menilai mana yang baik di antara keduanya.

Untuk yang shalat nya rajin, do’akan agar dia meresapi shalat nya, supaya Allah beri hidayah ke dia biar berpengaruh pada perbuatannya. Untuk yang baik kelakuannya lu do’ain juga, semoga lewat kebaikannya Allah beri dia hidayah lalu ia sadar, bahwa walau sebaik apa, kalo nggak shalat itu tetap nggak benar.

Kita do’akan dan berdo’a agar kalimat pembenaran semacam, ‘Yang penting gue nggak jahat sama orang lain’ sama, ‘Biar suka maksiat, tapi gue masih shalat ‘, yang seperti itu nggak mengkristal di dalam hati.

Siapa bilang orang yang tidak shalat tapi kelakuannya baik, dia itu tidaklah jahat? Karena ketika seseorang tidak shalat , dia telah jahat terhadap dirinya sendiri. Dan jika ada yang mencontoh dia, maka dia telah jahat sama orang lain tanpa dia sadari.”

“Siap, Bang!” jawab Ucok tanda mengerti.

“Kamu mau tahu yang paling baik itu yang bagaimana?” tanya bang Bro.

“Apa, Bang?”

“Yang paling baik itu, yang tidak pernah merasa dirinya baik walau orang-orang–bahkan Allah telah menilai dia itu orang baik. Dan dirinya, selalu berusaha menjadi orang baik.”

“Kita tuh, Bang! Asli kita banget.” timpal Ucok, sambil menahan tawa.

“Iya, kitalah orang yang paling baik itu.” jawab bang Bro yang juga menahan tawa. Mereka berdua diam beberapa saat. Yang terdengar hanya sayup suara tv. Keduanya melirik satu sama lain. Lalu serentak saling meledek,

“Iya, kalo lobang jarum dimasukin onta! Hahaha!”

Tawa pun pecah. Dan bang Bro lega karena Ucok mengerti yang dijelaskannya. Demikian juga Ucok, ia bersyukur karena bisa memahami penjelasan bang Bro.

Pagi Hari Merupakan Waktu Yang Sangat Utama dan Penuh Berkah


SALAH satu adab yang seharusnya kita biasakan ialah pergi pagi untuk mencari rezeki. Ya, mengawali hari dengan penuh semangat dalam berusaha mencari rezeki akan membawa kebaikan bagi kita pula sepanjang hari yang kita lewati. Tapi mungkin, banyak dari kita yang bertanya, mengapa harus pergi pagi untuk mencari rezeki?
Ternyata, pagi hari merupakan waktu yang sangat utama dan penuh berkah. Nabi Muhammad ﷺ sudah mendoakan secara khusus waktu ini agar menjadi waktu yang diberkahi. Dari sahabat Shokhr Al Ghomidiy, Nabi ﷺ bersabda, “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya,” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Tirmidzi, An Nasa’i dan Ibnu Hibban; shahih lighairihi).
Doa tersebut menyiratkan kepada umatnya agar senang melakukan aktivitas di awal waktu. Hanya mereka dengan kesungguhan untuk berhasil dan mendapatkan keberkahanlah yang sanggup bagun lebih pagi untuk melaksanakan aktivitas.
Ibnu Baththol Rahimahullah mengatakan, hadis ini tidak menunjukan bahwa waktu selain pagi tidak berkahi. Nabi mendoakan waktu pagi karena waktu yang biasa digunakan manusia untuk memulai amal (aktivitas). Pada saat itu kondisi tubuh masih dalam keadaan fit. Oleh karena itu, Nabi ﷺ mengkhususkan do’a pada waktu tersebut agar seluruh umatnya mendapatkan berkah di dalamnya. (Syarhul Bukhari Libni Baththol, 9/163, Maktabah Syamilah)
Nabi ﷺ juga selalu memberangkatkan bala tentaranya ketika akan berperang pada waktu pagi. Dan bisa dilihat bahwa umat Muslim pada zaman Rasulullah ﷺ selalu mendapatkan kemenangan, meski dengan jumlah lawan yang tidak sebanding. Hal ini juga dijelaskan dari sahabat Shokhr Al Ghomidiy.
“Dan apabila beliau mengirim pasukan atau tentara perang, beliau memberangkatkan mereka pagi-pagi,” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Tirmidzi, An Nasa’i dan Ibnu Hibban; shahih lighairihi).
Jika dilihat dari fakta ilmiah, memulai pagi dengan mencari rezeki memang memiliki banyak dampak positif. Dengan bangun pagi, tubuh menjadi lebih segar karena bisa menikmati udara yang masih bersih.
Saat bekerja lebih pagi maka kinerja otak seseoarang akan lebih optimal. Selain itu, menurut ahli saraf dari Rockefeller University, Ilia Karatsoreos PhD, pagi merupakan waktu yang baik untuk menjalin serta mempererat hubungan dengan orang lain. Rentang waktu antara jam 7-9 dianggap paling baik untuk meningkatkan income bagi para pebisnis, marketing atau pekerja yang harus menjalin interaksi dengan orang lain untuk memperbanyak pelanggan, customer, klien dan sebagainya.
Untuk itu, baiknya kita meneladani apa yang sudah dilakukan Rasulullah ﷺ. Karena sebaik-baiknya teladan, adalah beliau yang merupakan manusia paling dicintai Allah, sang pemilik alam semesta. 

Untuk Mencapai Target Nasional DISPAR Bali Galakkan Promosi Wisata

[islammotivasyon.com] DENPASAR - Fauzan Al Jundi. Bali yang merupakan komponen utama dalam mencapai target pariwisata nasional terus mengembangkan berbagai program untuk mencapai target 20 juta wisatawan di tahun2019. “Kita dalam mencapai target nasional 20 juta wisatawan, akan melakukan promosi terus menurus seperti kita ketahui coca-cola yang sudah mendunia tetap melakukan promosi.” Kata Yuniarta sebagai Kepala Dinas Pariwisata Bali, Rabu (19/10).

Saat ini Kementrian Pariwisata membuat online sistem untuk menunjang promosi pariwisata lewat teknologi. “seperti go digital lah, ini tujuannya membantu industry pariwisata untuk melakukan promosi.” Tuturnya. Melalui Wonderful Indonesia program promosi dilakukan baik di dalam negeri maupun ke luar negeri. “Semua dipromosikan seperti prosmosi destinasi wisata, paket-paket wisata itu bisa dilakukan disitu. Nah itulah program pemerintah yang kita jalankan, melakukan promosi ke luar negeri bahwa wonderful Indonesia kita promosikan di luar negeri.” Pungkas Yuniarta.

Selain lewat promosi wisata, Dinas Pariwisata Provinsi Bali melakukan terobosan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata, salah satunya adalah membangun destinasi wisata baru. “Bali yang memang sudah sangat terkenal tidak kita diamkan, kita bangun destinasi-destinasi wisata baru seperti di badung di desa kutuh itu membuat tempat paralayang yang baru.” Pungkasnya.


Dengan inovasi baru ini Yuniarta berharap banyak peingkatan kunjungan wisatawan ke Bali. “Harapan saya dengan membuka destinasi wisata baru ada keinginan wisatawan yang dulu sudah ke Bali ingin datang kembali melihat hal-hal yang baru.” Tutup Yuniarta.

Jembatan Kuning di Nusa Penida Roboh Menjadi Hambatan Pariwisata Bali

[islammotivasyon.com] DENPASAR – Fauzan Al Jundi. Jembatan yang menghubungkan Pulau Nusa Ceningan dengan Nusa Lembongan roboh pada minggu (16/10). Diperkiran jembatan ini dalam kondisi yang tidak bagus karena umurnya yang cukup lama dan terkikis oleh air laut. “Jadi jembatan kuning yang merupakan icon pariwisata lembongan ini memang sudah lama dalam kondisi yang tidak bagus, karena sudah lama tahun 90 an sudah dibangun dan juga diatasnya laut karena lautnya itulah yang mengikis, karatan dan sebagainya.” Papar Yuniarta Kepala Dinas Pariwisata Bali saat diwawancara tadi siang selasa (18/10).

Pemerintah klungkung sudah mempunyai rencana merenovasi jembatan itu pada tahun 2017 karena umurnya sudah cukup lama yang dibangun tahun 90an, tetapi sebelum terlaksana perbaikan sudah roboh duluan. “Pemerintah klungkung memang maunya memperbaiki dan ada anggaran soal itu, pemerintah provinsi menyediakan anggaran di tahun 2017 sekitar 45 miliyar.” Ungkapnya.
Dari pemerintah sendiri akan secepatnya melakukan perbaikan karena jembatan itu merupakan infrastruktur yang sangat penting untuk menghubungkan Nusa ceningan dan Nusa Lembongan. “secepatnya disegerakanlah untuk dibangun sehingga nantinya mempermudah jalur lintas dari ceningan ke lembongan. Untuk sementara penduduk yang mau menyeberang menggunakan kapal boot.” Tambahnya.

Jembatan kuning tersebut merupakan jalur penghubungan yang mempunyai peranan penting untuk menunjang kemajuan pariwisata Bali, sehingga pemerintah akan bertindak cepat agar tidak menjadi hambatan pariwisata Bali. “Harapan kita untuk segera dilakukan perbaikan karena itu satu-satunya tempat untuk menyeberang.  Kita ketahui wisatawan yang pergi ke lembongan ini per harinya bisa mencapai  bisa 700-1000 orang karena lembongan saat ini sedang berkembang, kalau tidak segera dilakukan perbaikan tentu ini menjadi hambatan.” Tutupnya.


Mengejar Target 20 Juta Wisatawan di Tahun 2019 Optimis Bisa Tercapai


[islammotivasyon.com] DENPASAR – Fauzan Al Jundi. Bali merupakan daerah yang dikenal dengan pariwisatanya, daerah yang dijuluki sebagai Pulau Dewata ini memusatkan perhatian di sektor pariwisata. Bali memiliki objek wisata yang diminati oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.Kondisi pariwisata saat ini kita melihat bahwa ada peningkatan kedatangan wisatawan, tahun ini sampai dengan agustus kita sudah mendatangkan 3 juta lebih wisatawan mancanegara. “Peningkatannya kurang lebih sekitar 20 persen dari tahun sebelumnya.” Tutur Agung Yuniartha Kepala Dinas Pariwisata Bali Senin (10/10).

Senin 10 Oktober 2016 Agung juga menjelaskan faktor atau daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin berkunjung ke Bali. “Bali ini mempunyai daya tarik pariwisata budaya jadi, kebanyakan orang ingin berkunjung ke Bali melihat budayanya. Tentu ini harus kita kembangkan, yang kedua penyebabnya adanya bebas visa 169 negara, artinya adanya kemudahan untuk berkunjung ke Bali dengan bebas visa tersebut. Yang ke tiga yaitu promosi wonderful Indonesia ke luar negeri yang dilaksanakan kementrian.” Jelasnya di kantor Dinas Pariwisata Bali. Promosi pariwisata ini menjadi program yang sangat berpengaruh baik itu mengikuti pameran yang ada di luar negeri maupun dengan melakukan promosi melalui Teknologi Informasi/IT.

“Promosi wonderfull Indonesia hampir di setiap Negara ada, di eropa itu di taxi di tempelin wonderful Indonesia di bis juga. Memang kita sedang mendapatkan anggaran yang lumayan untuk promosi wisata ini, kita mengejar 20 juta wisatawan di tahun 2019 saya pikir optimis bisa tercapai.” Tegasnya. Pemrintah diharapkan serius dalam program  promosi pariwisata untuk meningkatkan daya tarik wisatawan yang ingin berkunjung ke Indonesia. “Bali pemasok 40 persen, nomer dua Jakarta pemasok 30 % nomer tiga batam 20 %, sisanya 10 persen dari daerah Indonesia yang lainnya.” Pungkasnya. Jelas bahwa Bali menjadi pemasok utama di Indonesia di sektor pariwisata, untuk itu butuh kesedaran semua pihak agar bersama-sama mendukung pariwisata Bali sebagai aset yang dimiliki Indonesia.

Dinas Pariwisata Bali mempunyai strategi dalam hal ini khususnya program promosi wisata. “Untuk mencapai target itu dinas pariwisata Bali membuat kalender of event, jadi festival-festival yang ada di kabupaten itu kita rangkum kegiatannya dalam setahun.” Kata Agung Yuniartha. “Inilah yang akan disetor ke kementrian untuk di promosikan ke laur negeri, agar menjadi referensi bagi para wisatawan yang ingin berkunjung ke Indonesia khususnya di Bali karena jadwalnya sudah jelas.” Tambahnya.
Dalam perjalanan membangun pariwisata Bali ada kendala-kendala yang dialami oleh Dinas Pariwisata Bali terkait dengan banyaknya isu yang berkembang di Bali. “Pariwisata itu sangat rentan dengan ‘isu’, seperti contohnya ada isu tentang rabies membuat mereka tidak jadi kesini, ada isu tentang teroris mereka juga tidak jadi kesini.” Tuturnya. Inilah yang menjadi hambatan dalam pengembangan pariwisata Bali.


Untuk menciptakan kemajuan pariwisata Bali dengan berbagai hambatan yang ada, Dinas Pariwisata Bali mencoba membangun pariwisata Bali yang aman, sehingga untuk mencapai target 20 juta wiastawan di tahun 2019 bisa tercapai. “Pariwisita menurut saya merupakan jembatan dari semua institusi, harapan kami bagaimana menciptakan Bali sebagai destinasi wisata yang aman. Kalau suatu daerah sudah aman mereka pasti akan datang, kemudian setelah aman baru kita ciptakan kondisi nyaman dan kunci untuk membuat bali dikunjungi banyak wisatawan yaitu aman. Kita berharap semua elemen membantu dalam menciptakan bali yang aman.” Tutupnya. 

Peluang Usaha di Bidang Pariwisata


[islammotivasyon.com] DENPASAR – Fauzan Aljundi. Sebagai provinsi yang terkenal dengan destinasi pariwisata, dimana Pulau Bali menjadi rujukan para wisatawan lokal maupun mancanegara. Bali memiliki banyak destinasi wisata, baik wisata alam maupun wisata budaya, itulah yang menjadi daya tarik para wisatawan. Keindahan pantai yang ada di Bali sebagai destinasi wisata alam sangat dminati oleh para pelancong yang sekedar ingin berlibur ke Bali juga menjadi minat para pengusaha yang ingin bergerak di bidang pariwisata.

Para pengusaha melihat jumlah wisatawan yang ada di Bali sangat banyak dan ini dijadikan peluang usaha yang menjanjikan. Salah satu usaha yang bergerak di bidang pariwisata adalah travel. Tidak sedikit kebutuhan para wisatawan dijadikan peluang bagi para pengusaha untuk memenuhi kebutuhan wisatawan. Dengan menyediakan sarana-prasarana seperti menyediakan tempat menginap atau jasa travel yang ini menjadi ladang usaha di bidang pariwisata.

Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali mengadakan “Travel Fair 2016” dalam rangka untuk membuka peluang bergerak di bidang pariwisata. “dari kami ingin teman-teman menjadi pengusaha sukses di bidang travel yang memiliki produk bagus dan bisa bekerjasama dengan teman-teman yang lain untuk memajukan pariwisata” kata pak Wisnu. Travel Fair tujuannya untuk memberi gambaran dan peluang untuk masyarakat agar bisa bergerak di bidang pariwisata.


Saat ini pengusaha pariwisata di Bali bersaing khususnya jasa travel, dimana travel konvensional bersaing dengan travel online yang didukung oleh teknologi. Dalam Travel Fair yang diselenggarakan di Taman Kota Gatot Subroto dijelaskan peluang yang didapat dari usaha travel konvensional maupun travel online. “disini juga kita bekali untuk bisa memposisikan diri agar antara travel konvensional dan travel online harus berisnergi masing-masing memilki peluang” tutur Bu Evi ketua prodi Manajemen Bisnis Perjalanan STP Nusa Dua Bali.


Parade Film Animasi di Ksirarnawa Taman Budaya


[islammotivasyon.com] DENPASAR – Fauzan Aljundi. Bali Mandara Nawanatya mempersembahkan pemutaran film animasi karya siswa SMK/SMA dan komunitas film animasi se-Bali pada hari minggu 09 Oktober 2016 di gedung Ksirarnawa Taman Budaya. Ada empat film yang ditanyangkan saat parade film animasi tersebut, diantaranya adalah “ami” film animasi yang menceritakan kisah kehidupan si garuda. Dimana diceritakan si garuda hidup ditengah rakyat yang membecinya karena selalu membawa petaka sampai si garuda menjadi kendaraan Dewa Wisnu.

Kisah animasi ini adalah satu cara menyampaikan cerita budaya dengan kemasan lebih modern, karena saat ini banyak peminat film animasi dikalangan anak muda. Mengambil moment saat akhir pekan di hari minggu adalah waktu yang tepat untuk mengajak anak muda lebih mengenal budayanya.

Dalam mengurangi jumlah pengangguran yang tiap tahun bertambah Balai diklat Industri Denpasar mengajak masyarakat untuk masuk ke industri perfilman. “Ini kita lakukan untuk memastikan disatu sisi menyiapkan orang-orang di industri perfilman dan untuk mengurangi angka pengangguran. Dimana angka pengangguran tiap tahun bertambah sementara di dunia industri perfilman susah mencetak orang.” Kata bapak pariono ketua Balai Diklat Industri Denpasar.

Kondisi di Bali sendiri yang masyarakatnya banyak yang berminat di industri perdilman.  “Kalau minat masyarakat di Bali cukup banyak di dunia perfilman khususnya animasi. Potensi anak Bali cukup bagus seperti film yang ditanyangkan tadi tidak kalah dengan film dari luar.” tutur Pariono. “Kita meluluskan 500 orang diathun 2015 di industry perfilman kira rekrut dari SMK multimedia dan masyarakat umum yang punya dasar di bidang animasi perfilman.” Tutup Pariono usai penanyangan film.

Kegiatan donor darah mahasiswa UNDIKNAS Denpasar


[islammotivasyon.com] DENPASAR – Fauzan Aljundi. Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akuntansi UNDIKNAS bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Bali mengadakan kerjasama untuk kegiatan Donor Darah dengan tema “A drop blood a million lives”. Acara ini diselenggarakan di kampus UNDIKNAS Jl. Bedugul No. 39 Sidakarya pada pukul 08.30 07 Oktober 2016. Sebelum acara donor darah dilakukan HMJ Akuntansi mengadakan soisialisasi terlebih dahulu untuk memaparkan bagaimana langkah-langkah donor darah yang baik dan berbagai manfaatnya.

Sosialisasi tersebut dibuka oleh ketua HMJ Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisinis UNDIKNAS “dalam menjalankan program kerja HMJ sering kita melupakan kegiatan kemanusiaan seperti ini maka dari itu kami ingin menumbuhkan kembali” papar ketua HMJ Oka Puspa. “harapan kami seluruh mahasiswa dapat membuka mata untuk memiliki rasa kemanusian dengan mengadakan kegiatan-kegiatan sosial seperti ini” tutupnya dalam sambutan.

Sosialisasi ini dihadiri oleh pembicara dari PMI Kota Denpasar dokter Budiarsa sebagai kepala unit tranfusi darah, dokter Budiarsa memberikan arahan tentang langkah-langkah sebelum melakukan donor darah. “berbadan sehat, berat badan diatas 55 kg dan tidak sedang atau habis sakit. kalau untuk ibu-ibu tidak sedang dalam kadaan hamil dan menyusui” tutur dokter Budiarsa.

Sehat jasmani merupakan syarat untuk seseorang melakukan donor darah. Penyakit bisa tertular ketika si pendonor dalam kondisi kurang sehat atau setelah sakit. Dalam kegiatan tersebut para dokter medis dibantu panitia dari mahasiswa UNDIKNAS memeriksa pendonor terlebih dahulu, untuk memastikan si pendonor dalam keadaan sehat dan bisa melakukan donor darah. Para mahasiswa antusias mengikuti kegiatan tersebut, ada beberapa mahasiswa dan masyarakat ingin donor darah dalam rangka ingin berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan ini.


International Folk Dance Festival diselenggarakan di Art Center


[islammotivasyon.com] DENPASAR – Fauzan Aljundi. International Folk Dance Festival kali ini diselenggarakan di Art Centre dalam rangka menyambut World Culture Forum pada hari sabtu (8/10). MENDIKBUD bekerja sama dengan Federation of International Dance Festivals atau yang lebih dikenal dengan FIDAF. Dihadiri oleh 13 Negara antara lain Indonesia, Argentina, Bulgaria, Republik Ceko, Inggris, Italia, Kazaztan, Irlandia, Polandia, Rusia, Taiwan, Thailand, Uzbekistan.

Mulai pukul 20.00 WITA acara dimulai dengan penonton yang sudah menunggu untuk dimulainya acara festival tari di Art Center. Acara ini juga diselingi dengan drama komedi sebagai huburan akhir pekan masyarakat Bali. Banyak muda-mudi yang hadir untuk menghabiskan waktu malam minggunya di Art Center ini.

Tujuan dari penyelenggaraan ini adalah untuk mendukung World Culture Forum “WCF punya program tari kolaborasi jadi mereka para peserta itu menari bersama dalam satu garapan tari untuk kegiatan WCF” papar bapak Yudi Sumantoro sebagai ketua FIDAF. “dalam rangka WCF juga tanggal 12 Oktober ada pawai budaya di lapangan kilometer 0 denpasar, puputan” tambahnya.

Bapak Yudi sebagai Ketua FIDAF mempunyai keinginan untuk mempromosikan Indonesia di bidang budaya. Indonesia sudah saatnya menjadi poros budaya dalam rangka mendukung World Culture Forum lewat Bali yang sudah dikenal tempat pariwisata yang kaya dengan budayanya. Inilah saatnya Bali menjadi tuan rumah untuk dikenal dunia dengan wisata budaya juga wisata alamnya. “penutupan festival ini akan diadakan di Puri Ubud tanggal 16 nanti, tanggal 17 para penari dari berbagai Negara tadi istirahat dan jalan-jalan melihat bali kemudian tanggal 18 nya mereka kembali ke Negara masing-masing” tutup pak Yudi.



Prodi Film dan TV ISI menampilkan pemutaran film fiksi di Art Center


DENPASAR – Fauzan Aljundi_FAJ. Komunitas Seni Prodi Film dan TV ISI Denpasar mencoba menampilkan kreativitasnya dengan menanyangkan pemutaran film fiksi di Art Center. Dalam liburan akhir pekan ini Komunitas seni ISI mengajak msayarakat khususnya anak muda untuk menonton film dan beberapa drama tambahan yang menghibur pada akhir pekan ini.

Pemutaran film tersebut tidak hanya menjadi hiburan pekanan anak muda, tetapi dalam penanyangan film tersebut juga memberikan beberapa pelajaran tentang kehidupan sosial maupun adat di Bali. Dalam penanyangan film tersebut menceritakan tentang dua pasangan yang ingin lanjut ke tahap yang lebih serius. Tetapi syarat untuk lanjut ke tahap berikutnya yaitu pernikahan harus dengan “nyentana”.

Istilah ini hanya ada di Bali, jadi untuk beberapa kalangan istilah "Nyentana" adalah istilah yang asing di telinga mereka. Sekedar buat nambah pengetahuan, nyentana adalah suatu istilah yang diberikan kepada sepasang suami istri dimana si suami dipinang (diminta) oleh keluarga si istri.

Lazimnya dalam adat di Bali, keluarga si suami lah yang harus meminang si istri, karena di Bali masih menganut sistem patrilinier atau kebapakan. Lalu mengapa bisa justru keluarga mempelai wanita yang meminang si pria, hal ini dikarenakan keluarga dari pihak perempuan tidak memiliki keturunan laki-laki, jadi mereka harus meminang suami. 


Film fiksi yang ditampilkan Komunitas Seni ISI dalam gedung Krisarnawa tersebut menghibur juga menambah pengetahuan para anak muda-mudi. “harapan kami pemutaran film ini bisa berlanjut terus menerus tiap tahunnya untuk menghibur dan menambah wawasan anak muda” kata Juni Indah Astusi mahasiswa ISI sebagai Sie Acara. 

MENELADANI BUYA HAMKA


Buya Hamka, nama ini bukan hanya dikenal sebagai ulama besar Nusantara, melainkan juga sebagai sastrawan, budayawan, politisi, cendikiawan, dan tokoh masyarakat. Ketokohan serta keagungan karyanya membuat banyak orang tertarik untuk membaca dan meneladani kisah hidupnya yang penuh inspirasi.

Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA) lahir di Desa Kampung Molek, Maninjau, Sumatera Barat, pada 17 Februari 1908 M /13 Muharram 1362 H.

Hamka juga biasa dipanggil Buya, yaitu panggilan orang Minangkabau yang berasal dari kata abi-abuya dalam bahasa Arab, yang berarti Ayahku, atau seseorang yang dihormati. 

Ayahnya bernama Syaikh Abdul Karim bin Amrullah, yang di kenal sebagai Haji Rasul, yang merupakan pelopor gerakan Islam di Minangkabau, sekembalinya dari Makkah pada tahun 1906.

Sebagi seorang Ulama besar, Buya Hamka banyak mempelajari dan mendalami berbagai bidang ilmu pengetahuan seperti filsafat, sastra, sejarah, sosiologi dan politik, baik ilmu tentang ke-Islaman maupun pemikiran Barat. Hamka  juga aktif dalam perpolitikan di Indonesia.

Masa Kecil

Abdul Malik adalah nama kecil dari Buya Hamka. Hamka adalah anak sulung dari empat bersaudara dalam keluarga Syaikh Abdul Karim Amrullah.

Masa kecil Hamka dipenuhi gejolak batin, karena saat itu terjadi pertentangan yang keras antara kaum adat dan kaum muda tentang pelaksanaan ajaran Islam. Banyak hal-hal yang tidak dibenarkan dalam Islam, tapi dipraktikkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Hamka muda yang ketika itu berusia empat tahun bersama orangtuanya pindah ke Padang. Ia melewati masa kecil di rumah neneknya.

Bersama teman-teman sebaya, Hamka kecil menghabiskan waktu bermain di Danau Maninjau. Kebiasaan Hamka kecil adalah belajar mengaji di surau yang berada di sekitar tempat ia tinggal.

Dia  belajar mengaji pada ayahnya sendiri. Dia  sempat mendapatkan pengetahuan umum seperti berhitung dan membaca saat masuk ke Sekolah Desar pada tahun 1915.

Perjalanan Haji

Buya Hamka naik haji ke Makkah Al-Mu­karramah pada tahun 1927. Buya berjalan kaki dari Bayua Maninjau me­nuju Bukittinggi lewat Kelok 44.  Kemudian me­neruskan per­jalanan de­ngan kendaraan ke Pa­dang. Dari Teluk Bayur naik kapal ke Sibolga dan selanjutnya naik kendaraan pula menuju pelabuhan Belawan Medan lewat Pematang Siantar.

Di pelabuhan inilah Buya naik kapal Karimata milik Stoomavart Maatschappij Nedherland selama 16 hari perjalanan menuju Jeddah Saudi Arabia, dengan bekal uang 500 Gulden.

Demikian panjang dan beratnya perjalanan Buya Hamka untuk menunaikan ibadah haji pada awal-awal abad ke-20 ini.

Bila kita baca buku "Di Bawah Lindungan Ka’bah" karya Buya Hamka atau menonton filmnya, maka terlihat jelas bagaimana sulitnya dulu untuk mencapai Tanah Suci itu. Angkutan hanya dengan kapal yang memakan waktu sekitar tiga bulan.

Karena kapalnya belum secanggih sekarang maka banyak pula di antaranya yang rusak dan tenggelam dalam perjalanan. Banyak di antara mereka yang sakit di atas kapal atau sakit dan meninggal di Tanah Suci sehingga tidak bisa pulang lagi.

Begitu juga di zaman kolo­nialisme Belanda, di mana jamaah haji itu diawasi dengan sangat ketat. Konon mereka yang telah pulang dari haji akan diuji dulu oleh Belanda dan yang lulus akan diberi sertifikat. Barulah mereka berhak memakai atribut haji seperti sorban, songkok haji, kafieh dan memakai gelar H. alias Haji.

Hamka, selama di Mekkah, menjadi koresponden Harian Pelita Andalas sekaligus bekerja di sebuah perusahaan percetakan milik Tuan Hamid, putra Majid Kurdi, yang merupakan mertua dari Ahmad Khatib Al-Minangkabawi. Di tempat ia bekerja itu, ia dapat membaca kitab-kitab klasik, buku-buku, dan buletin Islam dalam bahasa Arab.

Perjuangan Buya

Pada Juli 1924, Hamka memulai perjalanannya ke Pulau Jawa. Ia mengungkapkan keinginannya dan meminta restu kepada ayahnya untuk merantau, berjanji akan belajar agama kepada Ahmad Rasyid Sutan Mansur.

Dalam perhentian pertama di Yogyakarta, Hamka bertemu dengan pamannya Jafar Amrullah. Ia pun diperkenalkan dengan Sarekat ISlam (SI) dan bergabung menjadi anggota. Ia mengambil waktu belajar kepada Bagoes Hadikoesoemo, HOS Tjokroaminoto, Fakhruddin dan Suryopranoto, serta melalui berbagai pergerakan umat Islam.

Sekembali dari tanah Jawa, Hamka aktif dalam kepengurusan Muhammadiyah cabang Minangkabau, yang cikal bakalnya bermula dari perkumpulan Sendi Aman yang didirikan oleh ayahnya pada tahun 1925 di Sungai Batang.

Selain itu, ia sempat menjadi pimpinan Tabligh School, sebuah sekolah agama yang didirikan Muhammadiyah pada 1 Januari 1930.

Sejak menghadiri Muktamar Muhammadiyah di Solo pada tahun 1928, Hamka tidak pernah absen menghadiri kongres-kongres Muhammadiyah berikutnya. Sekembalinya dari Solo, ia mulai memangku beberapa jabatan, sampai akhirnya ia diangkat sebagai Ketua Muhammadiyah cabang Padang Panjang.

Seusai Muktamar Muhammadiyah ke-19 di Bukittinggi pada tahun 1930, disusul dengan kongres berikutnya di Yogyakarta, ia memenuhi undangan untuk mendirikan cabang Muhammadiyah di Bengkalis.

Selanjutnya pada tahun 1932, ia diutus oleh Muhammadiyah ke Makassar dalam rangka mempersiapkan dan menggerakkan semangat rakyat untuk menyambut Muktamar Muhammadiyah ke-21 di Makassar.

Selama di Makassar, ia sempat menerbitkan Al-Mahdi, majalah pengetahuan Islam yang terbit sekali sebulan. Pada tahun 1934, setahun setelah menghadiri Kongres Muhammadiyah di Semarang, ia diangkat menjadi anggota tetap Majelis Konsul Muhammadiyah untuk wilayah Sumatera Tengah.

Kariernya di Muhammadiyah kian menanjak sewaktu ia pindah ke Medan. Pada tahun 1942, bersamaan dengan jatuhnya Hindia Belanda ke dalam tampuk kekuasaan penjajah Jepang, Hamka terpilih menjadi pimpinan Muhammadiyah untuk wilayah Sumatera Timur menggantikan H. Mohammad Said.

Selama di Medan, ia juga bekerja sebagai editor sekaligus menjadi Pemimpin Redaksi sebuah majalah pengetahuan Islam yang didirikannya bersama M.Yunan Nasution, yaitu Majalah Pedoman Masyarakat.

Namun pada Desember 1945, ia memutuskan kembali ke Minangkabau dan melepaskan jabatan tersebut. Pada tahun berikutnya, ia terpilih menjadi Ketua Majelis Pimpinan Muhammadiyah Sumatera Barat menggantikan S.Y. Sutan Mangkuto. Jabatan ini ia pegang hingga tahun 1949.

Pada tahun 1953, ia terpilih sebagai pimpinan pusat Muhammadyiah dalam Muktamar Muhammadiyah ke-32 di Purwokerto. Sejak saat itu, ia selalu terpilih dalam Muktamar Muhammadiyah selanjutnya, sampai pada tahun 1971 ia memohon agar tidak dipilih kembali karena merasa uzur. Akan tetapi, ia tetap diangkat sebagai penasihat pimpinan pusat Muhammadiyah sampai akhir hayatnya.

Selama revolusi fisik, Hamka bergerilya dalam Barisan Pengawal Nagari dan Kota (BPNK) menyusuri hutan pegunungan di Sumatera Barat untuk menggalang persatuan menentang kembalinya Belanda.

Pada 1950, Hamka membawa keluarga kecilnya ke Jakarta. Meski mendapat pekerjaan di Departemen Agama, Hamka mengundurkan diri karena terjun di jalur politik.

Dalam Pemilihan Umum 1955, Hamka dicalonkan Masyumi sebagai wakil Muhammadiyah dan terpilih duduk di Konstituante. Ia terlibat dalam perumusan kembali dasar negara. Sikap politik Masyumi menentang komunisme dan gagasan Demokrasi Terpimpin memengaruhi hubungannya dengan Soekarno.

Keteguhannya memegang prinsip yang diyakini membuat semua orang menyeganinya. Pada zaman pemerintah Soekarno, Buya Hamka berani mengeluarkan fatwa haram menikah lagi bagi Presiden Soekarno. Otomatis fatwa itu membuat sang Presiden berang ’kebakaran jenggot’. Tidak hanya berhenti di situ saja, Buya Hamka juga terus-terusan mengkritik kedekatan pemerintah dengan PKI waktu itu. Maka, wajar saja kalau akhirnya dia dijebloskan ke penjara oleh Soekarno. Bahkan majalah yang dibentuknya ”Panji Masyarat” pernah dibredel Soekarno karena menerbitkan tulisan Bung Hatta yang berjudul ”Demokrasi Kita” yang terkenal itu.

Seiring meluasnya pengaruh komunis, Hamka dan karya-karyanya diserang oleh organisasi kebudayaan Lekra. Tuduhan melakukan gerakan subversif membuat Hamka diciduk dari rumahnya ke tahanan Sukabumi. Dalam keadaan sakit sebagai tahanan, ia justru merampungkan karya buku monumentalnya, Tafsir Al-Azhar.

Seiring dengan peralihan kekuasaan dari Presiden Soekarno ke Presiden Soeharto, Hamka dibebaskan pada Januari 1966. Ia pun mendapat ruang pemerintah, mengisi jadwal tetap ceramah di RRI dan TVRI. Ia mencurahkan waktunya membangun kegiatan dakwah di Masjid Al-Azhar Jakarta.

Ketika pemerintah menjajaki pembentukan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 1975, peserta musyawarah memilih Buya Hamka sebagai Ketua Umum MUI. Namun, Hamka memilih meletakkan jabatannya pada 19 Mei 1981, menanggapi tekanan Menteri Agama untuk menarik fatwa haram MUI atas perayaan Natal bersama bagi umat Muslim.

Saat itu Hamka mengaku sangat gundah sejak peredaran fatwa dicabut. “Gemetar tangan saya waktu harus mencabutnya. Orang-orang tentu akan memandang saya ini syaithan. Para ulama di luar negeri tentu semua heran. Alangkah bobroknya saya ini, bukan?” kata Hamka.

Keteguhannya memegang prinsip, itulah yang diyakini membuat semua orang menyeganinya.

Karya Tulis     

Sepanjang hidupnya Buya Hamka tidak hentinya menulis dan berpidato, menghasilkan sekitar 100 buah buku, ratusan makalah, essay dan artikel yang tersebar dalam media massa seperti Pedoman Masyarakat, Aliran Islam, Suara Partai Masyumi, Hikmah, Mimbar Agama, Panji Masyarakat dan banyak lagi.

Seluruh ceramah, pidato, khotbah dan karya tulisnya dilandasi oleh substansi semangat ke-Islaman yang demikian prima.

Salah satu karya tulis terbesarnya adalah Kitab Tafsir Al-Azhar, Tafsir Al-Quran 30 juz itu salah satu dari 118 lebih karya yang dihasilkan Buya Hamka semasa hidupnya. Tafsir tersebut ditulisnya pada 1960.

Selain kitab tafsir, Hamka juga meninggalkan berbagai macam karya tulis, di antaranya tentang politik (Pidato Pembelaan Peristiwa Tiga Maret, Urat Tunggang Pancasila), sejarah (Sejarah Ummat Islam, Sejarah Islam di Sumatera), budaya (Adat Minangkabau Menghadapi Revolusi), akhlak (Kesepaduan Iman & Amal Salih ), dan ilmu-ilmu ke-Islaman (Tashawwuf Modern).

Hamka juga banyak menghasilkan karya lain seperti novel dan cerpen. Pada tahun 1928, Hamka menulis buku romannya yang pertama dalam bahasa Minang dengan judul Si Sabariah, kemudian, ia juga menulis buku-buku lain, baik yang berbentuk Roman, Sejarah, Biografi dan Otobiografi, Sosial Kemasyarakatan, Pemikiran dan Pendidikan, Teologi, Tasawuf, Tafsir, dan Fiqih.

Di antara novel-novelnya yang terkenal hingga sekarang antara lain Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Di Bawah Lindungan Ka’bah. dan Merantau ke Deli  juga menjadi perhatian umum dan menjadi buku teks sastra di Malaysia dan Singapura. Beberapa penghargaan dan anugerah juga ia terima, baik tingkat nasional maupun internasional.

Mengenai kemampuan dan kedalaman ilmunya dalam agama Islam serta kehalusan bahasa sastranya, Buya Hamka dengan kemampuan bahasa Arab yang dipelajarinya, lebih banyak mempelajarinya secara otodidak, alias belajar sendiri.

Pada tahun 1959, Hamka mendapat anugerah gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, atas jasa-jasanya dalam penyiaran agama Islam dengan menggunakan baha Melayu.  Kemudian pada 6 Juni 1974, kembali ia memperoleh gelar kehormatan Doktor dari Universitas Nasional Malaysia pada bidang kesusasteraan, serta gelar guru besar Profesor dari Universitas Prof. Dr. Moestopo Jakarta.

Akhir Hayat

Setelah mengundurkan diri dari jabatan Ketua MUI pada 19 Mei 1981, kesehatannya menurun. Atas anjuran dokter Karnen Bratawijaya, dokter keluarga, ia diopname di Rumah Sakit Pertamina pada 18 Juli 1981, yang bertepatan dengan awal Ramadan.

Pada hari keenam dirawat, ia sempat menunaikan shalat Dhuha dengan bantuan puterinya, Azizah, untuk bertayammum. Siangnya, beberapa dokter datang memeriksa kondisinya, dan kemudian menyatakan bahwa ia berada dalam keadaan koma. Kondisi tersebut tetap berlangsung sampai malam harinya.

Tim dokter menyatakan bahwa ginjal, paru-paru dan saraf sentralnya sudah tidak berfungsi lagi, dan kondisinya hanya bisa dipertahankan dengan alat pacu jantung. Pada pukul 10 pagi keesokan harinya, anak-anaknya sepakat untuk mencabut alat pacu jantung, dan Hamka menghembuskan napas terakhirnya tidak lama setelah itu.

Pada hari mulia Jum’at, bulan mulia 21 Ramadhan, bertepatan dengan 24 Juli 1981 pukul 10 lewat 37 menit dalam usia 73 tahun, Bya Hamka wafat, dipanggil ke haribaan-Nya. Jenazahnya disemayamkan di rumahnya di Jalan Raden Fatah III Jakarta.

Pelayat yang hadir untuk memberi penghormatan terakhir dinantaranya Presiden Soeharto dan Wakil Presiden Adam Malik, Menteri Negara Lingkungan Hidup Emil Salim, serta Menteri Perhubungan Azwar Anas yang menjadi imam shalat jenazahnya.

Jenazahnya dibawa ke Masjid Agung Al-Azhar dan dishalatkan lagi, dan kemudian akhirnya dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta Selatan, dipimpin Menteri Agama Alamsjah Ratoe Perwiranegara.

“Kita kehilangan seorang ulama besar. Kita kehilangan seorang pemikir besar. Kita kehilangan seorang sastrawan besar, ” komentar Menteri Agama Alamsyah, ketika melepas jenazah almarhum di pekuburan.

Buya Hamka, walaupun jasadnya telah tiada, namun semangat juangnya, ceramah-ceramahnya yang menyentuh serta karya-karya bukunya yang menginspirasi, masih terasa hingga kini.

KEUTAMAAN 10 HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH DAN AMALAN YANG DISYARIATKAN


Segala puji bagi Allah semata, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan segenap sahabatnya.

روى البخاري رحمه الله عن ابن عباس رضي الله عنهما أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام – يعني أيام العشر – قالوا : يا رسول الله ولا الجهاد في سبيل الله ؟ قال ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله ثم لم يرجع من ذلك بشيء

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, rahimahullah, dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah ?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun”.

وروى الإمام أحمد رحمه الله عن ابن عمر رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ما من أيام أعظم ولا احب إلى الله العمل فيهن من هذه الأيام العشر فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد

وروى ابن حبان رحمه الله في صحيحه عن جابر رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: أفضل الأيام يوم عرفة.

“Imam Ahmad, rahimahullah, meriwayatkan dari Umar Radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid”.

MACAM-MACAM AMALAN YANG DISYARIATKAN

1. Melaksanakan Ibadah Haji Dan Umrah
Amal ini adalah amal yang paling utama, berdasarkan berbagai hadits shahih yang menunjukkan keutamaannya, antara lain : sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

العمرة إلى العمرة كفارة لما بينهما والحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنة

“Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga”.

2. Berpuasa Selama Hari-Hari Tersebut, Atau Pada Sebagiannya, Terutama Pada Hari Arafah.
Tidak disangsikan lagi bahwa puasa adalah jenis amalan yang paling utama, dan yang dipilih Allah untuk diri-Nya. Disebutkan dalam hadist Qudsi :

الصوم لي وأنا أجزي به ، انه ترك شهوته وطعامه وشرابه من أجلي

“Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku”.

Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ما من عبد يصوم يوماً في سبيل الله ، إلا باعد الله بذلك اليوم وجهه عن النار سبعين خريف

“Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun”. [Hadits Muttafaqun ‘Alaih].

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah rahimahullah bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

صيام يوم عرفة أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله والتي بعده .

“Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya”.

3. Takbir Dan Dzikir Pada Hari-Hari Tersebut.
Sebagaimana firman Allah Ta’ala.

وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ

“…. dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan …”. [al-Hajj/22 : 28].

Para ahli tafsir menafsirkannya dengan sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Karena itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari tersebut, berdasarkan hadits dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma.

فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد

“Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir dan tahmid”. [Hadits Riwayat Ahmad].

Imam Bukhari rahimahullah menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhuma keluar ke pasar pada sepuluh hari tersebut seraya mengumandangkan takbir lalu orang-orangpun mengikuti takbirnya. Dan Ishaq, Rahimahullah, meriwayatkan dari fuqaha’, tabiin bahwa pada hari-hari ini mengucapkan :

الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله والله أكبر ولله الحمد

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaha Ilallah, wa-Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil Hamdu

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tidak ada Ilah (Sembahan) Yang Haq selain Allah. Dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allah”.

Dianjurkan untuk mengeraskan suara dalam bertakbir ketika berada di pasar, rumah, jalan, masjid dan lain-lainnya. Sebagaimana firman Allah.

وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ

“Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu …”. [al-Baqarah/2 : 185].

Tidak dibolehkan mengumandangkan takbir bersama-sama, yaitu dengan berkumpul pada suatu majlis dan mengucapkannya dengan satu suara (koor). Hal ini tidak pernah dilakukan oleh para Salaf. Yang menurut sunnah adalah masing-masing orang bertakbir sendiri-sendiri. Ini berlaku pada semua dzikir dan do’a, kecuali karena tidak mengerti sehingga ia harus belajar dengan mengikuti orang lain.

Dan diperbolehkan berdzikir dengan yang mudah-mudah. Seperti : takbir, tasbih dan do’a-do’a lainnya yang disyariatkan.

4. Taubat Serta Meninggalkan Segala Maksiat Dan Dosa.
Sehingga akan mendapatkan ampunan dan rahmat. Maksiat adalah penyebab terjauhkan dan terusirnya hamba dari Allah, dan keta’atan adalah penyebab dekat dan cinta kasih Allah kepadanya.

Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

ان الله يغار وغيرة الله أن يأتي المرء ما حرم الله علي

“Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan apa yang diharamkan Allah terhadapnya” [Hadits Muttafaqun ‘Alaihi].

5. Banyak Beramal Shalih.
Berupa ibadah sunat seperti : shalat, sedekah, jihad, membaca Al-Qur’an, amar ma’ruf nahi munkar dan lain sebagainya. Sebab amalan-amalan tersebut pada hari itu dilipat gandakan pahalanya. Bahkan amal ibadah yang tidak utama bila dilakukan pada hari itu akan menjadi lebih utama dan dicintai Allah daripada amal ibadah pada hari lainnya meskipun merupakan amal ibadah yang utama, sekalipun jihad yang merupakan amal ibadah yang amat utama, kecuali jihad orang yang tidak kembali dengan harta dan jiwanya.

6. Disyariatkan Pada Hari-Hari Itu Takbir Muthlaq
Yaitu pada setiap saat, siang ataupun malam sampai shalat Ied. Dan disyariatkan pula takbir muqayyad, yaitu yang dilakukan setiap selesai shalat fardhu yang dilaksanakan dengan berjama’ah ; bagi selain jama’ah haji dimulai dari sejak Fajar Hari Arafah dan bagi Jama’ah Haji dimulai sejak Dzhuhur hari raya Qurban terus berlangsung hingga shalat Ashar pada hari Tasyriq.

7. Berkurban Pada Hari Raya Qurban Dan Hari-Hari Tasyriq.
Hal ini adalah sunnah Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam, yakni ketika Allah Ta’ala menebus putranya dengan sembelihan yang agung. Diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

وقد ثبت أن النبي صلى الله عليه وسلمvvvv ضحى بكبشين أملحين أقرنين ذبحهما بيده وسمى وكبّر ووضع رجله على صفاحهما

“Berkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu”. [Muttafaqun ‘Alaihi].

8. Dilarang Mencabut Atau Memotong Rambut Dan Kuku Bagi Orang Yang Hendak Berkurban.
Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya, dari Ummu Salamah Radhiyallhu ‘anha bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

إذا رأيتم هلال ذي الحجة وأراد أحدكم أن يضّحي فليمسك عن شعره وأظفاره

“Jika kamu melihat hilal bulan Dzul Hijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya”.

Dalam riwayat lain :

فلا يأخذ من شعره ولا من أظفاره حتى يضحي

“Maka janganlah ia mengambil sesuatu dari rambut atau kukunya sehingga ia berkurban”.

Hal ini, mungkin, untuk menyerupai orang yang menunaikan ibadah haji yang menuntun hewan kurbannya. Firman Allah.

وَلا تَحْلِقُوا رُءُوسَكُمْ حَتَّى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّه

“….. dan jangan kamu mencukur (rambut) kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihan…”. [al-Baqarah/2 : 196].

Larangan ini, menurut zhahirnya, hanya dikhususkan bagi orang yang berkurban saja, tidak termasuk istri dan anak-anaknya, kecuali jika masing-masing dari mereka berkurban. Dan diperbolehkan membasahi rambut serta menggosoknya, meskipun terdapat beberapa rambutnya yang rontok.

9. Melaksanakan Shalat Iedul Adha Dan Mendengarkan Khutbahnya.
Setiap muslim hendaknya memahami hikmah disyariatkannya hari raya ini. Hari ini adalah hari bersyukur dan beramal kebajikan. Maka janganlah dijadikan sebagai hari keangkuhan dan kesombongan ; janganlah dijadikan kesempatan bermaksiat dan bergelimang dalam kemungkaran seperti ; nyanyi-nyanyian, main judi, mabuk-mabukan dan sejenisnya. Hal mana akan menyebabkan terhapusnya amal kebajikan yang dilakukan selama sepuluh hari.

10. Selain Hal-Hal Yang Telah Disebutkan Diatas.
Hendaknya setiap muslim dan muslimah mengisi hari-hari ini dengan melakukan ketaatan, dzikir dan syukur kepada Allah, melaksanakan segala kewajiban dan menjauhi segala larangan ; memanfaatkan kesempatan ini dan berusaha memperoleh kemurahan Allah agar mendapat ridha-Nya.

Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya dan menunjuki kita kepada jalan yang lurus. Dan shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad, kepada keluarga dan para sahabatnya.