Untuk Mencapai Target Nasional DISPAR Bali Galakkan Promosi Wisata

[islammotivasyon.com] DENPASAR - Fauzan Al Jundi. Bali yang merupakan komponen utama dalam mencapai target pariwisata nasional terus mengembangkan berbagai program untuk mencapai target 20 juta wisatawan di tahun2019. “Kita dalam mencapai target nasional 20 juta wisatawan, akan melakukan promosi terus menurus seperti kita ketahui coca-cola yang sudah mendunia tetap melakukan promosi.” Kata Yuniarta sebagai Kepala Dinas Pariwisata Bali, Rabu (19/10).

Saat ini Kementrian Pariwisata membuat online sistem untuk menunjang promosi pariwisata lewat teknologi. “seperti go digital lah, ini tujuannya membantu industry pariwisata untuk melakukan promosi.” Tuturnya. Melalui Wonderful Indonesia program promosi dilakukan baik di dalam negeri maupun ke luar negeri. “Semua dipromosikan seperti prosmosi destinasi wisata, paket-paket wisata itu bisa dilakukan disitu. Nah itulah program pemerintah yang kita jalankan, melakukan promosi ke luar negeri bahwa wonderful Indonesia kita promosikan di luar negeri.” Pungkas Yuniarta.

Selain lewat promosi wisata, Dinas Pariwisata Provinsi Bali melakukan terobosan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata, salah satunya adalah membangun destinasi wisata baru. “Bali yang memang sudah sangat terkenal tidak kita diamkan, kita bangun destinasi-destinasi wisata baru seperti di badung di desa kutuh itu membuat tempat paralayang yang baru.” Pungkasnya.


Dengan inovasi baru ini Yuniarta berharap banyak peingkatan kunjungan wisatawan ke Bali. “Harapan saya dengan membuka destinasi wisata baru ada keinginan wisatawan yang dulu sudah ke Bali ingin datang kembali melihat hal-hal yang baru.” Tutup Yuniarta.

Jembatan Kuning di Nusa Penida Roboh Menjadi Hambatan Pariwisata Bali

[islammotivasyon.com] DENPASAR – Fauzan Al Jundi. Jembatan yang menghubungkan Pulau Nusa Ceningan dengan Nusa Lembongan roboh pada minggu (16/10). Diperkiran jembatan ini dalam kondisi yang tidak bagus karena umurnya yang cukup lama dan terkikis oleh air laut. “Jadi jembatan kuning yang merupakan icon pariwisata lembongan ini memang sudah lama dalam kondisi yang tidak bagus, karena sudah lama tahun 90 an sudah dibangun dan juga diatasnya laut karena lautnya itulah yang mengikis, karatan dan sebagainya.” Papar Yuniarta Kepala Dinas Pariwisata Bali saat diwawancara tadi siang selasa (18/10).

Pemerintah klungkung sudah mempunyai rencana merenovasi jembatan itu pada tahun 2017 karena umurnya sudah cukup lama yang dibangun tahun 90an, tetapi sebelum terlaksana perbaikan sudah roboh duluan. “Pemerintah klungkung memang maunya memperbaiki dan ada anggaran soal itu, pemerintah provinsi menyediakan anggaran di tahun 2017 sekitar 45 miliyar.” Ungkapnya.
Dari pemerintah sendiri akan secepatnya melakukan perbaikan karena jembatan itu merupakan infrastruktur yang sangat penting untuk menghubungkan Nusa ceningan dan Nusa Lembongan. “secepatnya disegerakanlah untuk dibangun sehingga nantinya mempermudah jalur lintas dari ceningan ke lembongan. Untuk sementara penduduk yang mau menyeberang menggunakan kapal boot.” Tambahnya.

Jembatan kuning tersebut merupakan jalur penghubungan yang mempunyai peranan penting untuk menunjang kemajuan pariwisata Bali, sehingga pemerintah akan bertindak cepat agar tidak menjadi hambatan pariwisata Bali. “Harapan kita untuk segera dilakukan perbaikan karena itu satu-satunya tempat untuk menyeberang.  Kita ketahui wisatawan yang pergi ke lembongan ini per harinya bisa mencapai  bisa 700-1000 orang karena lembongan saat ini sedang berkembang, kalau tidak segera dilakukan perbaikan tentu ini menjadi hambatan.” Tutupnya.


Mengejar Target 20 Juta Wisatawan di Tahun 2019 Optimis Bisa Tercapai


[islammotivasyon.com] DENPASAR – Fauzan Al Jundi. Bali merupakan daerah yang dikenal dengan pariwisatanya, daerah yang dijuluki sebagai Pulau Dewata ini memusatkan perhatian di sektor pariwisata. Bali memiliki objek wisata yang diminati oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.Kondisi pariwisata saat ini kita melihat bahwa ada peningkatan kedatangan wisatawan, tahun ini sampai dengan agustus kita sudah mendatangkan 3 juta lebih wisatawan mancanegara. “Peningkatannya kurang lebih sekitar 20 persen dari tahun sebelumnya.” Tutur Agung Yuniartha Kepala Dinas Pariwisata Bali Senin (10/10).

Senin 10 Oktober 2016 Agung juga menjelaskan faktor atau daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin berkunjung ke Bali. “Bali ini mempunyai daya tarik pariwisata budaya jadi, kebanyakan orang ingin berkunjung ke Bali melihat budayanya. Tentu ini harus kita kembangkan, yang kedua penyebabnya adanya bebas visa 169 negara, artinya adanya kemudahan untuk berkunjung ke Bali dengan bebas visa tersebut. Yang ke tiga yaitu promosi wonderful Indonesia ke luar negeri yang dilaksanakan kementrian.” Jelasnya di kantor Dinas Pariwisata Bali. Promosi pariwisata ini menjadi program yang sangat berpengaruh baik itu mengikuti pameran yang ada di luar negeri maupun dengan melakukan promosi melalui Teknologi Informasi/IT.

“Promosi wonderfull Indonesia hampir di setiap Negara ada, di eropa itu di taxi di tempelin wonderful Indonesia di bis juga. Memang kita sedang mendapatkan anggaran yang lumayan untuk promosi wisata ini, kita mengejar 20 juta wisatawan di tahun 2019 saya pikir optimis bisa tercapai.” Tegasnya. Pemrintah diharapkan serius dalam program  promosi pariwisata untuk meningkatkan daya tarik wisatawan yang ingin berkunjung ke Indonesia. “Bali pemasok 40 persen, nomer dua Jakarta pemasok 30 % nomer tiga batam 20 %, sisanya 10 persen dari daerah Indonesia yang lainnya.” Pungkasnya. Jelas bahwa Bali menjadi pemasok utama di Indonesia di sektor pariwisata, untuk itu butuh kesedaran semua pihak agar bersama-sama mendukung pariwisata Bali sebagai aset yang dimiliki Indonesia.

Dinas Pariwisata Bali mempunyai strategi dalam hal ini khususnya program promosi wisata. “Untuk mencapai target itu dinas pariwisata Bali membuat kalender of event, jadi festival-festival yang ada di kabupaten itu kita rangkum kegiatannya dalam setahun.” Kata Agung Yuniartha. “Inilah yang akan disetor ke kementrian untuk di promosikan ke laur negeri, agar menjadi referensi bagi para wisatawan yang ingin berkunjung ke Indonesia khususnya di Bali karena jadwalnya sudah jelas.” Tambahnya.
Dalam perjalanan membangun pariwisata Bali ada kendala-kendala yang dialami oleh Dinas Pariwisata Bali terkait dengan banyaknya isu yang berkembang di Bali. “Pariwisata itu sangat rentan dengan ‘isu’, seperti contohnya ada isu tentang rabies membuat mereka tidak jadi kesini, ada isu tentang teroris mereka juga tidak jadi kesini.” Tuturnya. Inilah yang menjadi hambatan dalam pengembangan pariwisata Bali.


Untuk menciptakan kemajuan pariwisata Bali dengan berbagai hambatan yang ada, Dinas Pariwisata Bali mencoba membangun pariwisata Bali yang aman, sehingga untuk mencapai target 20 juta wiastawan di tahun 2019 bisa tercapai. “Pariwisita menurut saya merupakan jembatan dari semua institusi, harapan kami bagaimana menciptakan Bali sebagai destinasi wisata yang aman. Kalau suatu daerah sudah aman mereka pasti akan datang, kemudian setelah aman baru kita ciptakan kondisi nyaman dan kunci untuk membuat bali dikunjungi banyak wisatawan yaitu aman. Kita berharap semua elemen membantu dalam menciptakan bali yang aman.” Tutupnya. 

Peluang Usaha di Bidang Pariwisata


[islammotivasyon.com] DENPASAR – Fauzan Aljundi. Sebagai provinsi yang terkenal dengan destinasi pariwisata, dimana Pulau Bali menjadi rujukan para wisatawan lokal maupun mancanegara. Bali memiliki banyak destinasi wisata, baik wisata alam maupun wisata budaya, itulah yang menjadi daya tarik para wisatawan. Keindahan pantai yang ada di Bali sebagai destinasi wisata alam sangat dminati oleh para pelancong yang sekedar ingin berlibur ke Bali juga menjadi minat para pengusaha yang ingin bergerak di bidang pariwisata.

Para pengusaha melihat jumlah wisatawan yang ada di Bali sangat banyak dan ini dijadikan peluang usaha yang menjanjikan. Salah satu usaha yang bergerak di bidang pariwisata adalah travel. Tidak sedikit kebutuhan para wisatawan dijadikan peluang bagi para pengusaha untuk memenuhi kebutuhan wisatawan. Dengan menyediakan sarana-prasarana seperti menyediakan tempat menginap atau jasa travel yang ini menjadi ladang usaha di bidang pariwisata.

Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali mengadakan “Travel Fair 2016” dalam rangka untuk membuka peluang bergerak di bidang pariwisata. “dari kami ingin teman-teman menjadi pengusaha sukses di bidang travel yang memiliki produk bagus dan bisa bekerjasama dengan teman-teman yang lain untuk memajukan pariwisata” kata pak Wisnu. Travel Fair tujuannya untuk memberi gambaran dan peluang untuk masyarakat agar bisa bergerak di bidang pariwisata.


Saat ini pengusaha pariwisata di Bali bersaing khususnya jasa travel, dimana travel konvensional bersaing dengan travel online yang didukung oleh teknologi. Dalam Travel Fair yang diselenggarakan di Taman Kota Gatot Subroto dijelaskan peluang yang didapat dari usaha travel konvensional maupun travel online. “disini juga kita bekali untuk bisa memposisikan diri agar antara travel konvensional dan travel online harus berisnergi masing-masing memilki peluang” tutur Bu Evi ketua prodi Manajemen Bisnis Perjalanan STP Nusa Dua Bali.


Parade Film Animasi di Ksirarnawa Taman Budaya


[islammotivasyon.com] DENPASAR – Fauzan Aljundi. Bali Mandara Nawanatya mempersembahkan pemutaran film animasi karya siswa SMK/SMA dan komunitas film animasi se-Bali pada hari minggu 09 Oktober 2016 di gedung Ksirarnawa Taman Budaya. Ada empat film yang ditanyangkan saat parade film animasi tersebut, diantaranya adalah “ami” film animasi yang menceritakan kisah kehidupan si garuda. Dimana diceritakan si garuda hidup ditengah rakyat yang membecinya karena selalu membawa petaka sampai si garuda menjadi kendaraan Dewa Wisnu.

Kisah animasi ini adalah satu cara menyampaikan cerita budaya dengan kemasan lebih modern, karena saat ini banyak peminat film animasi dikalangan anak muda. Mengambil moment saat akhir pekan di hari minggu adalah waktu yang tepat untuk mengajak anak muda lebih mengenal budayanya.

Dalam mengurangi jumlah pengangguran yang tiap tahun bertambah Balai diklat Industri Denpasar mengajak masyarakat untuk masuk ke industri perfilman. “Ini kita lakukan untuk memastikan disatu sisi menyiapkan orang-orang di industri perfilman dan untuk mengurangi angka pengangguran. Dimana angka pengangguran tiap tahun bertambah sementara di dunia industri perfilman susah mencetak orang.” Kata bapak pariono ketua Balai Diklat Industri Denpasar.

Kondisi di Bali sendiri yang masyarakatnya banyak yang berminat di industri perdilman.  “Kalau minat masyarakat di Bali cukup banyak di dunia perfilman khususnya animasi. Potensi anak Bali cukup bagus seperti film yang ditanyangkan tadi tidak kalah dengan film dari luar.” tutur Pariono. “Kita meluluskan 500 orang diathun 2015 di industry perfilman kira rekrut dari SMK multimedia dan masyarakat umum yang punya dasar di bidang animasi perfilman.” Tutup Pariono usai penanyangan film.

Kegiatan donor darah mahasiswa UNDIKNAS Denpasar


[islammotivasyon.com] DENPASAR – Fauzan Aljundi. Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akuntansi UNDIKNAS bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Bali mengadakan kerjasama untuk kegiatan Donor Darah dengan tema “A drop blood a million lives”. Acara ini diselenggarakan di kampus UNDIKNAS Jl. Bedugul No. 39 Sidakarya pada pukul 08.30 07 Oktober 2016. Sebelum acara donor darah dilakukan HMJ Akuntansi mengadakan soisialisasi terlebih dahulu untuk memaparkan bagaimana langkah-langkah donor darah yang baik dan berbagai manfaatnya.

Sosialisasi tersebut dibuka oleh ketua HMJ Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisinis UNDIKNAS “dalam menjalankan program kerja HMJ sering kita melupakan kegiatan kemanusiaan seperti ini maka dari itu kami ingin menumbuhkan kembali” papar ketua HMJ Oka Puspa. “harapan kami seluruh mahasiswa dapat membuka mata untuk memiliki rasa kemanusian dengan mengadakan kegiatan-kegiatan sosial seperti ini” tutupnya dalam sambutan.

Sosialisasi ini dihadiri oleh pembicara dari PMI Kota Denpasar dokter Budiarsa sebagai kepala unit tranfusi darah, dokter Budiarsa memberikan arahan tentang langkah-langkah sebelum melakukan donor darah. “berbadan sehat, berat badan diatas 55 kg dan tidak sedang atau habis sakit. kalau untuk ibu-ibu tidak sedang dalam kadaan hamil dan menyusui” tutur dokter Budiarsa.

Sehat jasmani merupakan syarat untuk seseorang melakukan donor darah. Penyakit bisa tertular ketika si pendonor dalam kondisi kurang sehat atau setelah sakit. Dalam kegiatan tersebut para dokter medis dibantu panitia dari mahasiswa UNDIKNAS memeriksa pendonor terlebih dahulu, untuk memastikan si pendonor dalam keadaan sehat dan bisa melakukan donor darah. Para mahasiswa antusias mengikuti kegiatan tersebut, ada beberapa mahasiswa dan masyarakat ingin donor darah dalam rangka ingin berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan ini.


International Folk Dance Festival diselenggarakan di Art Center


[islammotivasyon.com] DENPASAR – Fauzan Aljundi. International Folk Dance Festival kali ini diselenggarakan di Art Centre dalam rangka menyambut World Culture Forum pada hari sabtu (8/10). MENDIKBUD bekerja sama dengan Federation of International Dance Festivals atau yang lebih dikenal dengan FIDAF. Dihadiri oleh 13 Negara antara lain Indonesia, Argentina, Bulgaria, Republik Ceko, Inggris, Italia, Kazaztan, Irlandia, Polandia, Rusia, Taiwan, Thailand, Uzbekistan.

Mulai pukul 20.00 WITA acara dimulai dengan penonton yang sudah menunggu untuk dimulainya acara festival tari di Art Center. Acara ini juga diselingi dengan drama komedi sebagai huburan akhir pekan masyarakat Bali. Banyak muda-mudi yang hadir untuk menghabiskan waktu malam minggunya di Art Center ini.

Tujuan dari penyelenggaraan ini adalah untuk mendukung World Culture Forum “WCF punya program tari kolaborasi jadi mereka para peserta itu menari bersama dalam satu garapan tari untuk kegiatan WCF” papar bapak Yudi Sumantoro sebagai ketua FIDAF. “dalam rangka WCF juga tanggal 12 Oktober ada pawai budaya di lapangan kilometer 0 denpasar, puputan” tambahnya.

Bapak Yudi sebagai Ketua FIDAF mempunyai keinginan untuk mempromosikan Indonesia di bidang budaya. Indonesia sudah saatnya menjadi poros budaya dalam rangka mendukung World Culture Forum lewat Bali yang sudah dikenal tempat pariwisata yang kaya dengan budayanya. Inilah saatnya Bali menjadi tuan rumah untuk dikenal dunia dengan wisata budaya juga wisata alamnya. “penutupan festival ini akan diadakan di Puri Ubud tanggal 16 nanti, tanggal 17 para penari dari berbagai Negara tadi istirahat dan jalan-jalan melihat bali kemudian tanggal 18 nya mereka kembali ke Negara masing-masing” tutup pak Yudi.



Prodi Film dan TV ISI menampilkan pemutaran film fiksi di Art Center


DENPASAR – Fauzan Aljundi_FAJ. Komunitas Seni Prodi Film dan TV ISI Denpasar mencoba menampilkan kreativitasnya dengan menanyangkan pemutaran film fiksi di Art Center. Dalam liburan akhir pekan ini Komunitas seni ISI mengajak msayarakat khususnya anak muda untuk menonton film dan beberapa drama tambahan yang menghibur pada akhir pekan ini.

Pemutaran film tersebut tidak hanya menjadi hiburan pekanan anak muda, tetapi dalam penanyangan film tersebut juga memberikan beberapa pelajaran tentang kehidupan sosial maupun adat di Bali. Dalam penanyangan film tersebut menceritakan tentang dua pasangan yang ingin lanjut ke tahap yang lebih serius. Tetapi syarat untuk lanjut ke tahap berikutnya yaitu pernikahan harus dengan “nyentana”.

Istilah ini hanya ada di Bali, jadi untuk beberapa kalangan istilah "Nyentana" adalah istilah yang asing di telinga mereka. Sekedar buat nambah pengetahuan, nyentana adalah suatu istilah yang diberikan kepada sepasang suami istri dimana si suami dipinang (diminta) oleh keluarga si istri.

Lazimnya dalam adat di Bali, keluarga si suami lah yang harus meminang si istri, karena di Bali masih menganut sistem patrilinier atau kebapakan. Lalu mengapa bisa justru keluarga mempelai wanita yang meminang si pria, hal ini dikarenakan keluarga dari pihak perempuan tidak memiliki keturunan laki-laki, jadi mereka harus meminang suami. 


Film fiksi yang ditampilkan Komunitas Seni ISI dalam gedung Krisarnawa tersebut menghibur juga menambah pengetahuan para anak muda-mudi. “harapan kami pemutaran film ini bisa berlanjut terus menerus tiap tahunnya untuk menghibur dan menambah wawasan anak muda” kata Juni Indah Astusi mahasiswa ISI sebagai Sie Acara.