keutamaan ISTIGFAR
Monday, November 21, 2016
- Post a Comment
ISTIGHFAR adalah salahsatu dzikir yang kita baca untuk memohon ampunan kepada Allah SWT. Dan ternyata, selain untuk memohon ampunan atas dosa-dosa kita, istighfar juga memiliki banyak keutamaan apabila diamalkan.
Salah satu keutamaan itu bisa kita simak dalam kisah berikut ini,
Imam Ahmad rahimahullah merupakan salah satu ulama madzhab 4 yang namanya mahsyur hingga saat ini. Pada zamannya, Ia begitu dielu-elukan oleh banyak orang. Dalam sebuah kisah yang ditulis Imam al Jauzi rahimahullah dalam buku tentang Imam Ahmad dikisahkan bahwa saat sang Imam memasuki usia senja beliau begitu ingin pergi ke Negeri Syam.
Namun anehnya Imam Ahmad sama sekali tidak memiliki tujuan yang jelas kenapa Ia ingin pergi ke tempat itu. Padahal Ia harus menempuh perjalanan jauh dari kediamannya di Baghdad menuju Syam. Sesampainya di Syam, Imam Ahmad berhenti untuk menunaikan salat dzuhur. Tidak ada yang mengenalinya, mengingat zaman dahulu teknologi tidak secanggih saat ini.
Ia menunggu di masjid tersebut hingga menjelang salat Ashar. Setelah Ashar, sang Imam membaca Alquran untuk menunggu waktu Magrib dan Isya. Setelah habis malam, Imam Ahmad kemudian ingin tidur dan beristirahat di masjid tersebut.
Namun penjaga masjid tidak mengizinkan Ia tidur disana.
“Wahai syekh, anda tidak boleh tidur disini, ini peraturan silahkan pergi,” kata penjaga
Namun Imam Ahmad menolak, “Saya musafir, saya ingin istirahat disini” jawab sang Imam.
Namun sang penjaga tetap menolak dan memintanya untuk keluar lalu kemudian mengunci pintu masjid. Setelah penjaga tersebut pergi, Imam Ahmad kembali beristirahat di pelataran masjid.
Tapi, sang penjaga kembali datang dan lagi-lagi mengusirnya hingga mendorongnya menuju ke jalanan. Lalu ada tukang roti yang rumahnya tidak jauh dari masjid melihat kondisi tersebut. Tukang Roti tersebut memanggilnya
“Hai syekh, kemarilah beristirahatlah di toko ku, ”
Kemudian Iman Ahmad masuk ke toko roti tersebut. “Rumahku tidak jauh dari sini, ini toko roti ku, dibelakang sana, ada ruangan untuk beristirahat. Beristirahatlah malam ini dan besok pagi engkau bisa melanjutkan perjalanan lagi”
Setelah masuk ke toko tersebut, Imam Ahmad kemudian memperhatikan aktivitas sang penjual roti. Dan ada satu hal yang paling menarik perhatian beliau dari lelaki ini. Yakni ucapan dzikir dan doa istighfar yang terus meluncur dari mulutnya tanpa putus sejak awal ia mulai mengerjakan adonan rotinya.
Imam Ahmad yang kagum lalu bertanya “Sejak kapan Anda selalu beristighfar tanpa henti seperti ini?”
Ia menjawab, “Sejak lama sekali. Ini sudah menjadi kebiasaan rutin saya, hampir dalam segala kondisi.”
Lalu Imam Ahmad bertanya lagi “Lantas apa hasilnya”
“Ya, Allah mengabulkan semua permintaan ku” Jawabnya.
“Lalu apa permintaanmu yang belum dikabulkan Allah?” tanya Sang Imam.
Si lelaki saleh ini pun melanjutkan jawabannya dan berkata, “Sudah cukup lama saya selalu berdoa memohon kepada Allah untuk bisa dipertemukan dengan seorang ulama besar yang sangat saya cintai dan agungkan. Beliau adalah Imam Ahmad bin Hanbal!”
“Allahu Akbar! karena Istighfarmu lah Allah SWT mendatangkan saya datang ke kota mu ini tanpa alasan yang jelas, karena Istighfarmu lah Marbot Masjid melarang saya tidur di Masjid, karena Istighfarmulah engkau menawarkan aku istirahat ditempatmu. Saya lah Ahmad bin Hanbal…
Masya Allah, Allah SWT mendatangkan Imam Ahmad ke rumahnya karena Istighfarnya.
Pilih Mana, yang Rajin Shalat tapi Ga Baik atau yang Ga Pernah Shalat tapi Baik?
“MANA yang lebih baik?” tanya Ucok pada bang Bro, “Yang rajin shalat tapi kelakuannya nggak baik? Apa yang nggak pernah shalat , tapi kelakuannya baik?”
“Pertanyaannya yang salah.” jawab bang Bro sambil menekan tombol remote, mengganti-ganti channel tv, ekspresi agak kesal. Bukan kesal pada Ucok, tapi pada tayangan tv. Ucok tahu bang Bro belum selesai sampai di situ, maka ia sabar menunggu sampai bang Bro menemukan acara yang ia suka. Setelah ketemu acara yang nyaman dipandang mata, bang Bro melanjutkan,
“Kalau kita nyari yang lebih baik di antara kedua tipe itu, kita ini bego namanya.”
“Lha kenapa?” tanya Ucok heran.
“Begini, misal yang rajin shalat tapi kelakuannya nggak baik, lalu kita sepakati itu yang lebih baik. Trus kita mau apa? Mau kita tiru?”
Ucok bingung menanggapi pertanyaan bang Bro. Terlihat ia menggaruk kepalanya sendiri.
“Sebaliknya, “lanjut bang Bro, “misal yang nggak pernah shalat tapi kelakuannya baik, lalu kita sepakati itu yang lebih baik. Trus kita mau apa? Mau kita tiru juga?”
Sama seperti pertanyaan sebelumnya, Ucok menggaruk kepala yang sebenarnya tak ada rasa gatal di sana.
“Cok!” bang Bro mengganti posisinya, kali ini badannya menghadap Ucok, tanda ia mulai serius. Ia melanjutkan,
“Yang rajin shalat nya, lu tiru rajin shalat nya aja. Maksiatnya, buang. Yang kelakuannya baik, lu tiru itu. Tentang dia nggak pernah shalat , jangan ditiru. Tugas kita itu. Bukan menilai mana yang baik di antara keduanya.
Untuk yang shalat nya rajin, do’akan agar dia meresapi shalat nya, supaya Allah beri hidayah ke dia biar berpengaruh pada perbuatannya. Untuk yang baik kelakuannya lu do’ain juga, semoga lewat kebaikannya Allah beri dia hidayah lalu ia sadar, bahwa walau sebaik apa, kalo nggak shalat itu tetap nggak benar.
Kita do’akan dan berdo’a agar kalimat pembenaran semacam, ‘Yang penting gue nggak jahat sama orang lain’ sama, ‘Biar suka maksiat, tapi gue masih shalat ‘, yang seperti itu nggak mengkristal di dalam hati.
Siapa bilang orang yang tidak shalat tapi kelakuannya baik, dia itu tidaklah jahat? Karena ketika seseorang tidak shalat , dia telah jahat terhadap dirinya sendiri. Dan jika ada yang mencontoh dia, maka dia telah jahat sama orang lain tanpa dia sadari.”
“Siap, Bang!” jawab Ucok tanda mengerti.
“Kamu mau tahu yang paling baik itu yang bagaimana?” tanya bang Bro.
“Apa, Bang?”
“Yang paling baik itu, yang tidak pernah merasa dirinya baik walau orang-orang–bahkan Allah telah menilai dia itu orang baik. Dan dirinya, selalu berusaha menjadi orang baik.”
“Kita tuh, Bang! Asli kita banget.” timpal Ucok, sambil menahan tawa.
“Iya, kitalah orang yang paling baik itu.” jawab bang Bro yang juga menahan tawa. Mereka berdua diam beberapa saat. Yang terdengar hanya sayup suara tv. Keduanya melirik satu sama lain. Lalu serentak saling meledek,
“Iya, kalo lobang jarum dimasukin onta! Hahaha!”
Tawa pun pecah. Dan bang Bro lega karena Ucok mengerti yang dijelaskannya. Demikian juga Ucok, ia bersyukur karena bisa memahami penjelasan bang Bro.
Pagi Hari Merupakan Waktu Yang Sangat Utama dan Penuh Berkah
Monday, November 14, 2016
- Post a Comment
SALAH satu adab yang seharusnya kita biasakan ialah pergi pagi untuk mencari rezeki. Ya, mengawali hari dengan penuh semangat dalam berusaha mencari rezeki akan membawa kebaikan bagi kita pula sepanjang hari yang kita lewati. Tapi mungkin, banyak dari kita yang bertanya, mengapa harus pergi pagi untuk mencari rezeki?
Ternyata, pagi hari merupakan waktu yang sangat utama dan penuh berkah. Nabi Muhammad ﷺ sudah mendoakan secara khusus waktu ini agar menjadi waktu yang diberkahi. Dari sahabat Shokhr Al Ghomidiy, Nabi ﷺ bersabda, “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya,” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Tirmidzi, An Nasa’i dan Ibnu Hibban; shahih lighairihi).
Doa tersebut menyiratkan kepada umatnya agar senang melakukan aktivitas di awal waktu. Hanya mereka dengan kesungguhan untuk berhasil dan mendapatkan keberkahanlah yang sanggup bagun lebih pagi untuk melaksanakan aktivitas.
Ibnu Baththol Rahimahullah mengatakan, hadis ini tidak menunjukan bahwa waktu selain pagi tidak berkahi. Nabi mendoakan waktu pagi karena waktu yang biasa digunakan manusia untuk memulai amal (aktivitas). Pada saat itu kondisi tubuh masih dalam keadaan fit. Oleh karena itu, Nabi ﷺ mengkhususkan do’a pada waktu tersebut agar seluruh umatnya mendapatkan berkah di dalamnya. (Syarhul Bukhari Libni Baththol, 9/163, Maktabah Syamilah)
Nabi ﷺ juga selalu memberangkatkan bala tentaranya ketika akan berperang pada waktu pagi. Dan bisa dilihat bahwa umat Muslim pada zaman Rasulullah ﷺ selalu mendapatkan kemenangan, meski dengan jumlah lawan yang tidak sebanding. Hal ini juga dijelaskan dari sahabat Shokhr Al Ghomidiy.
“Dan apabila beliau mengirim pasukan atau tentara perang, beliau memberangkatkan mereka pagi-pagi,” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Tirmidzi, An Nasa’i dan Ibnu Hibban; shahih lighairihi).
Jika dilihat dari fakta ilmiah, memulai pagi dengan mencari rezeki memang memiliki banyak dampak positif. Dengan bangun pagi, tubuh menjadi lebih segar karena bisa menikmati udara yang masih bersih.
Saat bekerja lebih pagi maka kinerja otak seseoarang akan lebih optimal. Selain itu, menurut ahli saraf dari Rockefeller University, Ilia Karatsoreos PhD, pagi merupakan waktu yang baik untuk menjalin serta mempererat hubungan dengan orang lain. Rentang waktu antara jam 7-9 dianggap paling baik untuk meningkatkan income bagi para pebisnis, marketing atau pekerja yang harus menjalin interaksi dengan orang lain untuk memperbanyak pelanggan, customer, klien dan sebagainya.
Untuk itu, baiknya kita meneladani apa yang sudah dilakukan Rasulullah ﷺ. Karena sebaik-baiknya teladan, adalah beliau yang merupakan manusia paling dicintai Allah, sang pemilik alam semesta.
“Dan apabila beliau mengirim pasukan atau tentara perang, beliau memberangkatkan mereka pagi-pagi,” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Tirmidzi, An Nasa’i dan Ibnu Hibban; shahih lighairihi).
Jika dilihat dari fakta ilmiah, memulai pagi dengan mencari rezeki memang memiliki banyak dampak positif. Dengan bangun pagi, tubuh menjadi lebih segar karena bisa menikmati udara yang masih bersih.
Saat bekerja lebih pagi maka kinerja otak seseoarang akan lebih optimal. Selain itu, menurut ahli saraf dari Rockefeller University, Ilia Karatsoreos PhD, pagi merupakan waktu yang baik untuk menjalin serta mempererat hubungan dengan orang lain. Rentang waktu antara jam 7-9 dianggap paling baik untuk meningkatkan income bagi para pebisnis, marketing atau pekerja yang harus menjalin interaksi dengan orang lain untuk memperbanyak pelanggan, customer, klien dan sebagainya.
Untuk itu, baiknya kita meneladani apa yang sudah dilakukan Rasulullah ﷺ. Karena sebaik-baiknya teladan, adalah beliau yang merupakan manusia paling dicintai Allah, sang pemilik alam semesta.
Subscribe to:
Comments (Atom)


